Kemendikdasmen Revitalisasi 576 Sekolah di NTT

  • 11 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Abdul Mu'ti menyampaikan distribusi IFP menjangkau ribuan satuan pendidikan di NTT.
  • Program ini bertujuan mempercepat pemerataan akses teknologi dalam dunia pendidikan.
  • IFP digunakan sebagai sarana pembelajaran berbasis digital di sekolah.
  • Distribusi dilakukan secara luas mencakup berbagai jenjang pendidikan.

RRI.CO.ID, Kupang — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat capaian signifikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2025 melalui program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran. Sebanyak 576 sekolah berhasil direvitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp589 miliar.

Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, 9 SLB, hingga 8 PKBM. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 9.019 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan distribusi IFP tersebut menjangkau ribuan satuan pendidikan di NTT. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mendukung pemerataan akses teknologi dalam proses pembelajaran di daerah.

“Distribusi ini mencakup 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM,” ujarnya dalam rilisnya setelah meresmikan revitalisasi di SMAN 9 Kupang, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurutnya, program revitalisasi ini merupakan bagian dari arahan Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia telah direvitalisasi pada tahun 2028.

“Kami optimistis melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan karakter, NTT dapat menjadi motor kebangkitan pendidikan nasional,” kata Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya. Ia menilai capaian tersebut menjadi dorongan kuat bagi NTT untuk terus berbenah.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT bahkan telah mengusulkan peningkatan program hingga tiga kali lipat dari capaian tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan tingginya komitmen daerah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pengembangan pendidikan berbasis tiga pilar utama, yakni kualitas akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan. Ia berharap, dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, peserta didik di NTT tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kreativitas.

Sebanyak 98 satuan pendidikan dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan turut menerima prasasti revitalisasi yang ditandatangani Menteri Abdul Mu’ti. Kegiatan peresmian juga diikuti secara daring oleh seluruh penerima program di NTT melalui siaran langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....