Peran Mulia Ibu Dalam Pandangan Islam dan Keluarga
- 07 Mei 2026 19:46 WIB
- Ende
Poin Utama
- Ibu memiliki kedudukan mulia dalam Islam dan menjadi sosok utama yang harus dihormati.
- Ibu berperan sebagai madrasah pertama dalam membentuk akhlak dan karakter anak.
- Keteladanan ibu di rumah sangat memengaruhi perilaku dan pendidikan anak.
- Tantangan penggunaan gawai dalam keluarga perlu diatasi dengan aturan dan keteladanan orang tua.
- Kesabaran dan pengorbanan seorang ibu dalam rumah tangga bernilai ibadah dan pahala.
RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kholidah, menegaskan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama dalam keluarga pada program Mimbar Agama Islam RRI Ende, Kamis, 7 Mei 2026. Dalam tausiyahnya, Kholidah menyampaikan bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam.
Hal tersebut sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang menempatkan ibu sebagai sosok yang paling utama untuk dihormati dan dibaktikan. “Ibu disebut tiga kali sebelum ayah karena perjuangan seorang ibu dimulai sejak mengandung, melahirkan, menyusui hingga mendidik anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan anak pertama kali terbentuk di lingkungan rumah melalui keteladanan orang tua, khususnya ibu. Menurutnya, perilaku, tutur kata, dan kebiasaan ibu akan menjadi contoh yang ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kholidah juga mengingatkan pentingnya menciptakan suasana rumah yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan jauh dari pertengkaran. Rumah yang harmonis, katanya, akan membuat anak dan suami merasa nyaman serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga.
Selain itu, ia menekankan bahwa tugas ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang ringan. Seorang ibu berperan dalam mengatur keuangan keluarga, menjaga kebersihan rumah, mendidik anak, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dalam menghadapi tantangan zaman modern, terutama penggunaan gawai dan media sosial, Kholidah mengajak para orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anak dengan menerapkan aturan penggunaan telepon genggam secara bijak di lingkungan keluarga.
“Terapkan zona bebas HP saat makan bersama dan sebelum tidur agar komunikasi dalam keluarga tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan para ibu agar tidak mudah menyerah menghadapi kelelahan dan tekanan dalam mengurus rumah tangga. Menurutnya, setiap pengorbanan dan kesabaran seorang ibu bernilai ibadah dan pahala di sisi Allah SWT.
Di akhir ceramah, Kholidah mengajak para ibu untuk terus belajar, bersabar, dan memperkuat doa demi mewujudkan keluarga yang sakinah serta menjadikan rumah sebagai “baiti jannati” atau rumahku surgaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....