Kuota Kakao Sikka Naik Drastis Tahun 2026
- 06 Mei 2026 07:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka — Pemerintah Pusat menetapkan kuota pengembangan kakao sambung pucuk untuk Kabupaten Sikka mencapai 2.750 hektar pada 2026. Kebijakan ini dinilai menjadi peluang besar bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani kakao di wilayah tersebut.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengungkapkan hal itu saat membuka kegiatan Farmer Field Day (FFD) atau Hari Lapang Petani Kakao Flores. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Desa Nita, Kecamatan Nita, Selasa 5 Mei 2026.
Menurut Bupati, lonjakan kuota ini merupakan hasil komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat. Pada tahun 2025, Kabupaten Sikka hanya memperoleh alokasi 500 hektar.
Ia menyebut peningkatan menjadi 2.750 hektar sebagai capaian signifikan yang harus dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah daerah diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Bupati menegaskan kepada jajaran Dinas Pertanian dan para penyuluh agar mempersiapkan diri secara maksimal. Hal ini penting agar realisasi program tidak jauh di bawah target yang telah ditetapkan.
“Jangan nanti cuma mampu 500 hektar, atau bahkan lebih rendah lagi,” tegasnya di hadapan para petani dan pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya kesiapan teknis dan pendampingan di lapangan.
Kegiatan Hari Lapang Kakao ini diselenggarakan oleh PT Cargill Cocoa Chocolate Indonesia. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari jaringan global berbasis di Amerika Serikat yang bergerak di sektor kakao.
Dalam pelaksanaannya, Cargill bekerja sama dengan PT CMA 69 (Celebes Makmur Abadi) dan PT Indo Agro Nusantara Raya. Kolaborasi ini mencakup pembelian kakao dengan harga kompetitif dari petani di Sikka, Ende, Nagekeo, hingga Manggarai Timur.
Kegiatan mengusung tema “Petani Kakao Sikka Naik Kelas” dan dihadiri berbagai pihak terkait. Hadir pula Roy Adinanta sebagai pimpinan PT CMA 69 yang berperan sebagai pemegang sertifikat Rainforest Alliance.
Koordinator Area Flores PT Indo Agro Nusantara Raya, Karel Elchyara, menjelaskan pembagian peran antar mitra. PT CMA 69 bertugas membeli biji kakao bersertifikasi, sementara pendampingan teknis dilakukan oleh PT Indo Agro Nusantara Raya.
Melalui sinergi ini, diharapkan kualitas dan daya saing kakao Flores semakin meningkat. Program ini juga diyakini mampu mendorong petani naik kelas secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....