Panen Jagung Serentak Sikka Perkuat Ketahanan Pangan
- 05 Mei 2026 20:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di Kabupaten Sikka menunjukkan hasil nyata di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu. Sinergi antara Polres Sikka, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci meningkatnya produksi jagung hibrida di sejumlah wilayah.
Kegiatan panen serentak berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, melibatkan berbagai kecamatan seperti Alok Barat, Lela, Kewapante, hingga Mego. Sejak pagi hingga sore, para petani tampak sibuk memanen hasil kerja keras mereka yang kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Program ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan yang dikawal langsung oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Sikka. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan menegaskan bahwa program ini tidak sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang menyentuh masyarakat.
Di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, panen jagung hibrida jenis JFR 71 menghasilkan sekitar 1,2 ton jagung tongkol basah dari lahan 1.000 meter persegi. Capaian ini meningkat dibanding musim sebelumnya meski petani masih menghadapi kendala curah hujan yang menghambat proses pengeringan.
Kapolsek Alok bersama lurah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani turun langsung ke lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen dalam mendukung produktivitas petani secara berkelanjutan.
Sementara itu, hasil lebih besar terlihat di Desa Kolidetung, Kecamatan Lela, yang menghasilkan sekitar 6 ton jagung dari lahan lebih dari satu hektare. Produksi tersebut tidak hanya memperkuat stok pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dengan harga jual Rp5.000 per kilogram.
Kapolsek Lela menegaskan pentingnya optimalisasi lahan melalui kolaborasi antara warga dan Badan Usaha Milik Desa. Strategi ini dinilai efektif untuk menjaga produktivitas di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki masyarakat.
Di Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante, panen oleh BUMDes Tunas Baru menghasilkan sekitar 1,2 ton dari lahan 0,25 hektare. Namun, hasil tersebut dinilai belum maksimal akibat minimnya pemupukan dan perawatan tanaman.
Kasat Binmas Polres Sikka menekankan bahwa pendampingan kepada petani akan terus dilakukan melalui peran Bhabinkamtibmas. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak pembangunan di sektor pertanian.
Secara keseluruhan, rangkaian panen jagung di Kabupaten Sikka menjadi potret kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pangan lokal. Dengan konsistensi dan dukungan berkelanjutan, Sikka berpotensi menjadi salah satu lumbung jagung unggulan di Nusa Tenggara Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....