Hardiknas Momentum Perkuat Literasi Generasi Muda NTT

  • 02 Mei 2026 10:09 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Hardiknas menjadi momentum penguatan literasi di NTT.
  • Literasi harus diwujudkan melalui aksi dan kolaborasi lintas sektor.
  • Peran keluarga penting dalam membiasakan anak membaca dan belajar.
  • Sekolah didorong menerapkan pembiasaan membaca dan integrasi literasi.
  • Literasi digital perlu diperkuat melalui pendampingan penggunaan media sosial.

RRI.CO.ID, Kupang - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan untuk memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do, menegaskan pentingnya membangun semangat gotong royong dalam meningkatkan literasi masyarakat.

“Literasi tidak cukup hanya dengan narasi, tetapi membutuhkan aksi dan kolaborasi dari semua pihak,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan sekitar untuk bersama-sama menciptakan ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendorong anak-anak untuk membiasakan diri membaca, berdiskusi, dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif.

Di lingkungan sekolah, Polikarpus menekankan tiga prinsip utama pengembangan literasi, yakni pembiasaan membaca selama 15 hingga 30 menit sebelum pembelajaran, integrasi literasi dalam setiap mata pelajaran, serta penyelenggaraan kegiatan literasi seperti festival dan aktivitas kreatif lainnya.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menghadirkan ruang-ruang belajar alternatif, seperti taman baca maupun pojok baca di rumah.

“Teras rumah bisa dimanfaatkan menjadi ruang baca, halaman rumah bisa menjadi tempat anak-anak berekspresi dan belajar secara nyaman,” ucapnya.

Dalam era digital, Polikarpus juga mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam menggunakan media sosial secara bijak, sehat, dan cerdas.

Ia menilai edukasi literasi digital perlu diberikan sejak dini agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah perkembangan teknologi.

Dengan semangat Hardiknas, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam menciptakan generasi yang literat dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....