Tradisi Ti’i Tuka Pati Foko, Wujud Penghormatan Leluhur di Nagekeo

  • 27 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo — Tradisi Ti’i Tuka Pati Foko masih terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur oleh masyarakat di Kabupaten Nagekeo. Ritual ini menjadi bagian penting dalam setiap tahapan kehidupan, baik dalam momen kecil maupun peristiwa besar.

Budayawan Etnis Doa Ndora, Antonius Bali, menjelaskan tradisi tersebut merupakan warisan turun-temurun yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas budaya lokal.

Ia mengatakan, ritual ini umumnya diawali dengan pemberian makan dan minum kepada leluhur sebagai simbol penghormatan. Prosesi tersebut dilakukan menggunakan perlengkapan tradisional seperti wadah dari daun lontar dan tempurung kelapa.

Menurut Antonius, Ti’i Tuka Pati Foko selalu dilakukan sebelum pelaksanaan berbagai kegiatan adat. Mulai dari pernikahan, syukuran, hingga acara keluarga lainnya, ritual ini menjadi tahap awal yang tidak boleh diabaikan.

Menariknya, ritual ini tetap dapat dilakukan meski masyarakat berada di luar kampung halaman. Namun, penghormatan tetap diawali dengan menyebut leluhur setempat sebagai bentuk etika terhadap wilayah yang ditempati.

Dalam pelaksanaannya, terdapat aturan khusus terkait makanan yang disajikan. Daging, khususnya babi, serta nasi menjadi unsur utama yang wajib dipersiapkan dalam ritual tersebut.

Antonius juga menuturkan bahwa tidak semua anggota keluarga terlibat langsung dalam prosesi makan ritual. Umumnya, hanya laki-laki yang telah berkeluarga yang diperbolehkan mengikuti bagian tersebut sesuai ketentuan adat.

Lebih dari sekadar tradisi, Ti’i Tuka Pati Foko mengandung pesan mendalam tentang penghormatan, rasa syukur, dan keterikatan spiritual dengan leluhur. Ia berharap generasi muda tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya tersebut di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....