Hindari Candaan Agama Demi Cegah Konflik Sosial

  • 26 Apr 2026 13:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Candaan yang membawa isu agama dinilai berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Hal ini dibahas dalam program OBRAS Pro 2 RRI Ende bertema “Beda Boleh, Damai Harus” pada Selasa 21 April 2026.

Narasumber Aflah Agan Hasibuan, S.H.I., M.Ag selaku dosen dan civitas akademika menegaskan bahwa agama merupakan hal yang sensitif. Oleh karena itu, tidak seharusnya dijadikan bahan candaan di ruang publik.

Ia menjelaskan bahwa setiap individu memiliki tingkat penerimaan yang berbeda. Candaan yang dianggap biasa bagi sebagian orang bisa melukai pihak lain.

Menurutnya, kondisi ini dapat memicu kesalahpahaman hingga konflik terbuka. Terlebih di masyarakat yang memiliki keberagaman tinggi seperti Indonesia.

Afla menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkomunikasi. Baik dalam percakapan langsung maupun di media sosial.

Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam berbicara. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan.

Dengan menghindari candaan sensitif, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman. Hal ini mendukung terciptanya kehidupan damai dalam keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....