Harlah ke 80 Muslimat NU Ende Perkuat Toleransi Antarumat

  • 19 Apr 2026 08:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Ende berlangsung penuh kebersamaan dan semangat toleransi lintas agama, yang digelar di Masjid Agung Ende, Sabtu, 18 April 2026. Ketua Muslimat NU , Hj. Sitti Hadijah DM saat diwawancarai RRI Ende menjelaskan bahwa peringatan harlah yang seharusnya jatuh pada 29 Maret lalu ditunda karena bertepatan dengan bulan suci ramadhan.

Ia mengungkapkan, keputusan tersebut diambil agar seluruh elemen masyarakat, termasuk non-Muslim, dapat ikut hadir dan berpartisipasi “Kami sebenarnya bisa melaksanakan di bulan puasa, tetapi kami berpikir saudara-saudara non-Muslim tidak bisa kami undang secara maksimal karena kegiatan biasanya dilakukan setelah buka puasa,”ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai momentum mempererat hubungan sosial dan persaudaraan lintas agama. Dalam kegiatan ini panitia mengundang semua perwakilan umat beragama mulai dari Katolik, Protestan, Hindu, dan lainnya. "Alhamdulillah hampir semua hadir, meskipun ada yang berhalangan dan hanya mengutus perwakilan,” ungkapnya.

Menurutnya, momen harlah ini menjadi ruang terbuka untuk berdialog dan saling memahami antarumat beragama di Kabupaten Ende. “Kita bisa saling menyampaikan bagaimana kebersamaan dan toleransi di Ende. Jadi bebas kita berbicara, saling bertukar pandangan untuk membangun silaturahmi antar sesama maupun antaragama,” ujarnya.

Ia mengaku terkesan dengan keterbukaan para tokoh agama yang hadir, termasuk dari kalangan Katolik. Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa senang karena Romo Jeff Woi memahami bahwa dalam ajaran Aswaja terdapat nilai tasamuh atau toleransi.

Lebih lanjut,Siti Hadijah menjelaskan melalui dialog yang disertai penjelasan berdasarkan hadis dan dalil, berbagai keraguan terkait hubungan antaragama dapat diluruskan. Menurutnya, penjelasan tersebut mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya muncul, sehingga tidak ada lagi keraguan untuk menjalin silaturahmi.

Ia juga menilai kehadiran romo dan tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut sebagai tanda semakin terbukanya ruang kebersamaan di tengah masyarakat. Keterbukaan tersebut menunjukkan adanya perubahan positif, di mana anggapan-anggapan yang sebelumnya membatasi kini mulai terurai.

Selain itu, ia menegaskan membangun kebersamaan memerlukan momentum yang tepat, seperti peringatan hari lahir organisasi tersebut. Momen tersebut menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama.

Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. "Harapannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun kerja sama antaragama tanpa adanya prasangka atau saling menuduh," ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai toleransi kepada generasi penerus. Ia menekankan pentingnya membangun kehidupan yang rukun di tengah masyarakat bagi anak cucu di masa mendatang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....