Pemkab Ngada Salurkan 36 Mesin Ketinting, Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan

  • 17 Apr 2026 08:51 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Bobi Isu juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan mesin ketinting secara optimal dan tidak memindahtangankan tanpa sepengetahuan dinas.
  • “Program ini bersifat berkelanjutan. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan seluruh nelayan di Kabupaten Ngada dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
  • Terkait keberlanjutan program, Dinas Perikanan juga merencanakan sejumlah langkah pendukung,

Ngada, RRI – Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Perikanan menyalurkan sebanyak 36 unit mesin ketinting kepada nelayan di wilayah pesisir sebagai upaya meningkatkan produktivitas tangkapan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Dominikus Bobi Isu, SE, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya produksi ikan di daerah tersebut. Saat ini, produksi ikan di Kabupaten Ngada baru mencapai sekitar 2 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai kurang lebih 5.000 ton per tahun.

“Dalam rangka meningkatkan produksi ikan serta mendukung visi pembangunan daerah, sektor perikanan menjadi salah satu prioritas. Penyaluran 36 mesin ketinting ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah,” ujarnya.

Bantuan tersebut disalurkan kepada nelayan di empat kecamatan pesisir, yakni Kecamatan Riung (pantai utara), serta Kecamatan Inerie, Golewa Selatan, dan Aimere di wilayah pantai selatan. Menurut Bobi Isu, penggunaan mesin ketinting diharapkan mampu memperluas jangkauan melaut nelayan yang selama ini masih terbatas dengan peralatan tradisional.

Dengan dukungan mesin tersebut, nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan sekaligus pendapatan. “Harapannya tentu ada peningkatan produksi dan juga pendapatan nelayan. Selain itu, konsumsi ikan masyarakat juga meningkat, sehingga dapat membantu menekan angka stunting di Kabupaten Ngada,” katanya.

Ia menambahkan, dalam jangka pendek program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga nelayan. Sementara dalam jangka panjang, bantuan tersebut dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Terkait keberlanjutan program, Dinas Perikanan juga merencanakan sejumlah langkah pendukung dan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage). Selain itu membuka peluang kerja sama pemasaran hasil tangkapan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan pelatihan bagi nelayan, khususnya dalam hal perawatan mesin dan perbaikan alat tangkap, bahkan membuka peluang pembentukan bengkel khusus bekerja sama dengan instansi terkait. Bobi Isu juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan mesin ketinting secara optimal dan tidak memindahtangankan tanpa sepengetahuan dinas.

“Gunakan bantuan ini dengan baik untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Setelah kebutuhan terpenuhi, hasil tangkapan bisa dijual untuk menambah pendapatan,” ucapnya. Ke depan, Pemkab Ngada berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap. Pada tahun 2026, direncanakan penambahan 60 unit mesin ketinting guna menjangkau lebih banyak nelayan tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....