Penyuluhan Pertanian Madya CWS Ende Hadapi Berbagai Tantangan

  • 27 Mar 2026 20:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Program penyuluhan pertanian di Kabupaten Ende masih menghadapi berbagai tantangan dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kendala tersebut terutama berkaitan dengan keterbatasan tenaga penyuluh dan belum meratanya infrastruktur pendukung.

Theresia Pati, S.Pt., M.Si., Penyuluh Pertanian Madya CWS (Co Working Space ) Kabupaten Ende, mengatakan jumlah penyuluh saat ini belum sebanding dengan jumlah desa yang harus dilayani. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada efektivitas pendampingan kepada petani di lapangan.

“Jumlah penyuluh sebanyak 151 orang, sementara desa dan kelurahan mencapai 278 wilayah,” ujarnya. Ia menegaskan, situasi tersebut belum memenuhi konsep ideal satu desa satu penyuluh.

Keterbatasan tenaga penyuluh menyebabkan pendampingan di tingkat desa belum berjalan optimal. Dampaknya, banyak petani belum mendapatkan bimbingan teknis secara rutin dan menyeluruh.

Selain itu, akses terhadap teknologi dan jaringan internet juga menjadi kendala dalam penyebaran informasi pertanian, katanya dalam siaran Suara Nusantara, Rabu, 25 Maret 2026. Rendahnya literasi digital di kalangan petani semakin memperlambat penerimaan inovasi di sektor pertanian.

“Tidak semua petani bisa mengakses informasi dengan cepat karena keterbatasan jaringan dan pemahaman teknologi,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Faktor infrastruktur fisik seperti jalan dan transportasi turut memengaruhi akses ke wilayah pertanian.

Beberapa desa dengan potensi besar justru sulit dijangkau karena kondisi geografis yang menantang. Dari sisi ekonomi, petani juga menghadapi keterbatasan akses pasar dan pembiayaan usaha.

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang berpihak pada petani guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....