Gerakan Desa Bersama Tekan Angka Stunting Ende

  • 22 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gerakan bersama desa terbukti mampu menekan angka stunting di Kabupaten Ende melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan peran masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyasar langsung kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Staf Lapangan Yayasan Tananua , Didimus Laviardus Lamba menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus menjadi gerakan bersama yang terintegrasi.

Menurut Didin kolaborasi antara pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan lembaga masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. “Gerakan ini harus dilakukan bersama, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya beberapa waktu lalu dalam siaran Indonesia Cerdas.

Ia menyebutkan bahwa Yayasan Tananua Flores aktif melakukan pendampingan kesehatan primer bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ini juga diperkuat dengan edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan di tingkat desa.

Selain itu, penguatan ketahanan pangan berbasis lokal turut menjadi fokus dalam pencegahan stunting. Masyarakat didorong mengembangkan pangan beragam seperti sorgum dan tanaman lokal lainnya.

“Pemanfaatan pekarangan melalui dapur hidup dan apotek hidup juga terus kami dorong agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi,” kata Didin.

Didin menambahkan bahwa perubahan mulai terlihat dari hasil pendampingan, meski tantangan masih ada terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat. Ia berharap desa menjadi lebih sehat dan mandiri sehingga penurunan angka stunting dapat berlangsung secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....