LSM Ilmu Perkuat Persaudaraan Lintas Iman di Flores

  • 18 Mar 2026 22:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - LSM Insan Lantang Muda (ILMU) terus menggaungkan semangat persaudaraan lintas iman melalui kegiatan sosial di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Gerakan ini difokuskan pada bantuan kemanusiaan bagi warga kurang mampu tanpa memandang latar belakang agama.

Ketua LSM ILMU, Doni Parera, kepada RRI, di program komunitas Bicara, Rabu, 18 Maret 2026 menjelaskan organisasi tersebut berawal dari gerakan relawan pendidikan pada 2009. Saat itu, mereka merespons minimnya tenaga pengajar di sejumlah sekolah dasar di wilayah Flores.

Sejumlah relawan kemudian turun langsung mengajar di daerah terpencil. Doni bahkan terlibat dalam kegiatan pendidikan di Pulau Komodo, termasuk merintis sekolah menengah pertama serta mengajarkan bahasa Inggris kepada masyarakat setempat.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi penting seiring peralihan mata pencaharian warga dari nelayan ke sektor pariwisata. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing masyarakat lokal.

Pada 2010, gerakan tersebut resmi dibentuk menjadi LSM Insan Lantang Muda. Nama “ILMU” dipilih sebagai simbol komitmen awal mereka dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat.

Dalam perkembangannya, ILMU tidak hanya bergerak di sektor pendidikan, tetapi juga mengusung nilai kemanusiaan lintas iman. Doni menegaskan bahwa prinsip utama gerakan ini adalah membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa diskriminasi.

Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan moto organisasi “in omnibus caritas” yang berarti kasih dalam segala hal. Nilai ini menjadi dasar dalam setiap kegiatan sosial yang mereka lakukan.

Momentum perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Paskah dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan. Relawan dari berbagai agama bekerja sama membagikan bantuan sembako kepada masyarakat yang merayakan hari besar tersebut.

Selain itu, ILMU juga melakukan aksi simbolis dengan mendistribusikan kitab suci kepada umat yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap praktik keagamaan masing-masing.

Untuk tahun ini, kegiatan difokuskan di wilayah pesisir selatan Manggarai Timur. Keterbatasan sumber daya menjadi alasan organisasi memusatkan program di tiga titik lokasi.

Doni berharap nilai toleransi dan persaudaraan yang telah lama hidup di Flores terus dijaga. Ia menilai harmoni sosial juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....