Madrasah Rumah Pembinaan Akhlak dan Nasionalisme Generasi Muda

  • 14 Mar 2026 13:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pembina OSIM Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ende, Ustad Mohamad Isnainim, dalam Talkshow Keindonesiaan dengan judul "Madrasah sebagai Rumah Pembinaan Akhlak dan Nasionalisme" pada Jumat, 13 Maret 2026 kemarin, menegaskan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda. Menurutnya, sistem pendidikan di madrasah dirancang untuk menyeimbangkan antara mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama.

Dengan demikian, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dibekali nilai-nilai keagamaan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dan hal itu, menurutnya telah diterapkan di MAN Ende saat ini.

“Di madrasah, siswa tidak hanya belajar pelajaran umum, tetapi juga diperkuat dengan mata pelajaran agama. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, porsi pendidikan agama di madrasah mencapai sekitar 30 persen dari keseluruhan mata pelajaran. Hal ini berbeda dengan sekolah umum yang biasanya hanya memberikan mata pelajaran agama sekitar dua jam pelajaran dalam satu minggu.

Karena itu, madrasah kerap disebut sebagai rumah pembinaan akhlak dan nasionalisme. Menurutnya, siswa yang memiliki akhlak baik akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Dalam proses pembinaan tersebut, berbagai nilai karakter ditanamkan kepada para siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Nilai-nilai tersebut diterapkan melalui berbagai kegiatan positif, termasuk keterlibatan siswa dalam kepanitiaan kegiatan sekolah maupun organisasi.

“Kami membiasakan siswa memegang tanggung jawab dalam berbagai kegiatan. Dari situ mereka belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin, baik dalam belajar maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat memengaruhi kehidupan generasi muda saat ini. Menurutnya, media sosial memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa.

Oleh karena itu, pihak madrasah terus mendorong para siswa agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu siswa bisa mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dengan memanfaatkan teknologi informasi yang baik.

“Pengaruh media sosial sangat besar di era globalisasi ini. Karena itu kami selalu menanamkan kepada siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....