Bhabinkamtibmas Polres Sikka Pantau Jagung Hibrida
- 04 Mar 2026 09:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Pada Selasa, 3 Maret 2026, dua personel Bhabinkamtibmas Polres Sikka turun langsung ke lahan pertanian guna memastikan perkembangan jagung hibrida yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah.
Kegiatan tersebut berlangsung di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Sikka, yakni Kecamatan Waigete dan Kecamatan Nelle. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi tanaman sekaligus memberi pendampingan kepada kelompok tani setempat
Di Dusun Mageramut, Desa Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Bhabinkamtibmas Desa Egon BRIPKA Ady Leo mengecek lahan jagung milik Kelompok Tani Abo Dalong. Lahan seluas 5.000 meter persegi itu ditanami sejak 2 Januari 2026 dan kini memasuki usia 61 hari setelah tanam.
Sebanyak empat bungkus benih jagung hibrida ditanam bersama 18 anggota kelompok tani yang dipimpin Yulfina Darmawanti. Dari hasil pengecekan, pertumbuhan tanaman terlihat merata dengan kondisi daun dan batang yang sehat.
BRIPKA Ady Leo menyebut estimasi panen diperkirakan berlangsung pada April 2026 mendatang. Ia menegaskan kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan petani.
“Kami hadir untuk mendampingi dan memberi semangat kepada petani agar program ketahanan pangan ini berjalan maksimal,” ujarnya di sela pemantauan. Pendampingan tersebut juga menjadi ruang dialog antara polisi dan petani terkait kendala di lapangan.
Pada hari yang sama pukul 13.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Nelle Lorang AIPDA Vinsensius Sugripti melakukan monitoring di Dusun II, Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle. Lahan seluas 2.500 meter persegi milik Kelompok Tani St. Maria Yustinus Rusolilo itu telah ditanami sejak 8 Januari 2026 dan kini berusia 52 hari setelah tanam.
Kelompok tani yang diketuai Wilhelmus Fiktor bersama tujuh anggota rutin melakukan perawatan, termasuk pembersihan gulma pada 9 Februari dan pemupukan kedua pada 12 Februari 2026. Hasil monitoring menunjukkan tanaman tumbuh optimal dan diproyeksikan panen pada April 2026.
AIPDA Vinsensius menekankan pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan budidaya berjalan sesuai jadwal dan standar pertanian yang baik. Menurutnya, kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Polres Sikka memperlihatkan peran kepolisian yang semakin adaptif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sinergi aparat dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung hibrida sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....