Bhabinkamtibmas Sikka Kawal Program Ketahanan Pangan Desa
- 03 Mar 2026 17:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia terus digerakkan hingga ke desa-desa di Kabupaten Sikka. Di wilayah hukum Polres Sikka, para Bhabinkamtibmas turun langsung memastikan program “1 Lahan/Pekarangan Tanaman Pangan Bergizi” berjalan produktif dan berkelanjutan.
Pada Senin 2 maret 2026 siang, Brigpol Aprianus I. Reko selaku Polisi Penggerak dari Polsek Nita memantau lahan milik Martinus Kotan yang dikelola Kelompok Tani “Cahaya Bapa”. Lahan seluas kurang lebih 80 x 90 meter persegi di Dusun Blatat, Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, itu ditanami tomat dan telah menghasilkan panen ketimun yang dipasarkan ke Pasar Alok.
Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memberi penguatan kepada petani. Brigpol Aprianus menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi kebutuhan bersama dari tingkat keluarga hingga nasional.
“Pengelolaan lahan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami hadir untuk mendampingi, memastikan kegiatan berjalan lancar, dan memberi semangat agar para petani semakin percaya diri mengembangkan usahanya,” ujar Brigpol Aprianus di sela kegiatan.
Ketua Kelompok Tani Cahaya Bapa, Originus Moat Wisang, menyambut positif pendampingan tersebut. Ia berharap akses terhadap pupuk dan obat pengendali hama seperti urea, NPK, Rondap, dan Gamason dapat semakin mudah diperoleh untuk menjaga produktivitas tanaman.
Sehari berselang, Selasa 3 maret 2026, pemantauan serupa dilakukan di Dusun Nawuteu, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda. Aipda Yohanes Aprilyance dari Polsek Alok meninjau lahan pekarangan milik Theresia Ida Royani yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) “Bina Keluarga”.
Di atas lahan sekitar 10 x 15 meter persegi tersebut, para anggota KWT rutin menanam ketimun dengan dukungan pupuk urea dan NPK serta pengendalian hama menggunakan Curakron dan Desis. Hasil panen dipasarkan langsung dan menjadi tambahan penghasilan keluarga sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal.
Aipda Yohanes mendorong kelompok wanita tani tetap konsisten dalam setiap tahapan produksi, mulai dari persiapan lahan hingga pemasaran. Menurutnya, keberhasilan KWT menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari pekarangan rumah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal luas lahan, tetapi kemauan, ketekunan, dan kebersamaan. Apa yang dilakukan ibu-ibu KWT ini adalah contoh nyata bahwa dari desa, kita bisa memperkuat fondasi ekonomi keluarga,” katanya.
Kegiatan di Kecamatan Nita dan Magepanda berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas dinilai bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak dan mitra masyarakat dalam membangun kemandirian pangan dari akar rumput.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....