Nelayan Wuring Minta Armada dan Kolam Labuh Diperkuat
- 28 Feb 2026 20:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, SIkka - Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, Kamis, 26 Februari 2026, menjadi momentum bagi nelayan pesisir untuk menyuarakan kebutuhan mendesak. Mereka meminta penguatan armada tangkap serta pembenahan infrastruktur kolam labuh yang dinilai belum optimal melindungi perahu dari gelombang tinggi.
Aspirasi itu mencuat saat Menteri meninjau lokasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ali Sadikin (62), nelayan senior Wuring, mengungkapkan bahwa kolam labuh yang ada belum sepenuhnya memberi perlindungan. “Kalau gelombang barat atau timur datang, ombaknya masih masuk. Kadang perahu bisa rusak,” ujarnya. Ia menilai struktur yang ada perlu diperpanjang sekitar 100 meter ke arah barat agar mampu memecah gelombang lebih efektif.
Selain perpanjangan kolam labuh, nelayan juga meminta pembetonan tanggul agar distribusi perbekalan melaut lebih lancar. Kondisi akses tambatan yang licin saat musim hujan dinilai menghambat aktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penerangan di area tambatan pun dianggap krusial bagi nelayan yang berangkat atau pulang melaut pada malam hari.
Tuntutan lain yang disampaikan adalah penguatan armada. Saat ini, sebagian besar nelayan Wuring masih menggunakan perahu kayu berkapasitas sekitar 1 Gross Tonnage (GT) dengan daya jelajah terbatas. “Kami masih pakai perahu kayu kecil. Kalau bisa dibantu kapal fiber supaya lebih kuat dan lebih jauh kami berlayar untuk menangkap ikan,” ujar Ali.
Data profil KNMP mencatat terdapat 385 nelayan aktif di Wuring yang tergabung dalam 10 Kelompok Usaha Bersama (KUB). Armada yang beroperasi didominasi kapal di bawah 5 GT sebanyak 121 unit. Padahal, produksi perikanan di kawasan ini mencapai 325 ton per tahun dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, layang, selar, kakap, kerapu, dan ekor kuning.
Dengan potensi besar tersebut, nelayan berharap Program Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menghadirkan transformasi. Mereka menginginkan perubahan dari perahu kayu kecil menuju armada tangguh, dari kolam labuh rentan gelombang menjadi dermaga aman, serta dari hasil tangkapan mentah menuju peningkatan nilai tambah yang mampu menyejahterakan keluarga pesisir.
Kunjungan Menteri KKP di Wuring menjadi catatan penting bahwa pembangunan kampung nelayan tidak hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan, produktivitas, dan masa depan ekonomi pesisir Kabupaten Sikka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....