Wabup Ngada Serahkan PIP saat Musrenbang di Kecamatan Inerie
- 19 Feb 2026 21:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Wakil Bupati Ngada membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 dan Rembuk Stunting tingkat Kecamatan Inerie, Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Inerie ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) versi daerah Murni Kasih kepada siswa penerima.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan PIP versi daerah kepada 10 siswa dari total 111 penerima di Kecamatan Inerie. Para penerima terdiri dari siswa-siswi 12 SD dan 4 SMP. Ia menegaskan bahwa kebijakan PIP versi daerah merupakan komitmen pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak Ngada yang belum terakomodir oleh PIP pusat.
“Untuk Kecamatan Inerie, terdapat 111 anak yang menerima PIP versi daerah. Bagi anak-anak yang belum mendapatkan PIP versi pusat, akan kita akomodir melalui PIP versi daerah. Jika masih ada yang belum terdata, silakan disampaikan kepada dinas terkait agar kita dapat memikirkan skemanya,” ujar Wakil Bupati.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya perencanaan berbasis data. Ia menjelaskan bahwa pola penganggaran kini tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten, tetapi juga harus mampu menyerap anggaran dari provinsi dan pusat. Oleh karena itu, data masyarakat harus tersedia secara lengkap dan terperinci, sehingga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Ia juga mendorong peran aktif RT dalam proses pendataan serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan unsur kecamatan dan desa bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan data akurat, berbagai program seperti BPJS, PIP, KIP, dan bantuan sosial lainnya dapat berjalan efektif.
Sementara itu Camat Inerie, Ferdinandus, kepada RRI menyampaikan bahwa bantuan PIP versi daerah sangat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Penyerahan bantuan ini merupakan pemenuhan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ngada dalam meringankan beban orang tua siswa, khususnya biaya pendidikan. Kami sangat mengapresiasi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi dan dialog bersama peserta Musrenbang untuk menghimpun usulan prioritas pembangunan dari desa dan kecamatan. Melalui Musrenbang dan Rembuk Stunting ini, pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan pembangunan partisipatif, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....