Kampus Perkuat Moderasi Hadapi Radikalisme Digital

  • 18 Feb 2026 05:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Mahasiswa didorong menjadi benteng moderasi beragama di tengah meningkatnya tantangan radikalisme digital. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Obrolan SPADA bertema “Jadi Agent of Change: Dari Ibadah ke Aksi Nyata” di RRI Ende, Senin, 10 Februari 2026.

Narasumber Patrisius H. Njurumana, S.I.P., M.A., menegaskan moderasi beragama harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan berhenti pada wacana akademik. Ia menilai generasi muda menjadi kelompok paling rentan terpapar konten intoleran melalui media sosial.

“Nilai ibadah tidak boleh berhenti pada ritual. Spiritualitas harus diterjemahkan menjadi tindakan sosial yang membangun dialog dan solidaritas,” ujarnya.

Menurut Patrisius, peran agen perubahan dimulai dari langkah sederhana seperti membangun empati, membuka ruang diskusi lintas iman, serta aktif meluruskan informasi keliru di ruang digital.

Ia mencontohkan praktik di STPM Santa Ursula Ende, di mana mahasiswa lintas iman berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa kampus Katolik terlibat dalam program sosial di pesantren dan sekolah Muslim sebagai wujud konkret toleransi.

Diskusi juga menyoroti fenomena penyebaran ujaran kebencian dan narasi eksklusif di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat. Mahasiswa diminta memperkuat literasi digital agar tidak mudah terprovokasi dan mampu menjadi penyaring informasi.

Patrisius menekankan perubahan sosial dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten. Ia meyakini budaya toleransi dapat tumbuh kuat apabila generasi muda menjadikan Pancasila dan nilai kemanusiaan sebagai kompas dalam berinteraksi di dunia nyata maupun digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....