Eco Enzim, Solusi Olah Limbah Organik di Nangapanda

  • 14 Feb 2026 17:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Upaya mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus digalakkan oleh Paroki St. Eduardus Nangapanda. Melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), umat diajak mengolah sampah organik menjadi eco enzim yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Ketua PSE St. Eduardus Nangapanda, Fransiskus A. Paulo Kako, dalam program Green Radio,Sabtu, 14 Februari 2026 menjelaskan, eco enzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur dengan gula dan air. “Eco enzim ini sederhana, murah, dan bisa dibuat oleh siapa saja di rumah.

Bahan bakunya hanya limbah dapur, gula merah atau molase, dan air. Tapi manfaatnya sangat besar,” ujar Fransiskus. Menurutnya, gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah rumah tangga yang belum terkelola dengan baik.

Banyak limbah organik yang seharusnya dapat dimanfaatkan kembali justru berakhir di tempat pembuangan akhir dan menimbulkan pencemaran. Ia menegaskan, eco enzim dapat digunakan sebagai pupuk cair organik, pembersih alami, hingga pengurai saluran air yang tersumbat.

Bahkan, dalam jangka panjang, penggunaan eco enzim dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan kimia rumah tangga. “Kalau ini menjadi kebiasaan, maka kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghemat pengeluaran keluarga,” katanya.

Gerakan pembuatan eco enzim di Nangapanda juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan bagi umat dan masyarakat sekitar. PSE rutin mengadakan sosialisasi dan pelatihan sederhana agar warga memahami proses fermentasi yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Fransiskus berharap, gerakan ini tidak berhenti di lingkup paroki, tetapi dapat meluas ke sekolah-sekolah dan komunitas lain di Kabupaten Ende. “Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari dapur kita sendiri,” ucapnya.

Melalui program Green Radio, pesan kepedulian lingkungan ini diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....