Bupati Mabar Luncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga
- 12 Feb 2026 14:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, secara resmi meluncurkan Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 yang digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis pagi, 12 Februari 2026.
Peluncuran aplikasi tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus sebagai instrumen pengendalian harga yang berpihak pada petani lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Edistasius Endi menegaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen strategis untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis data serta memperkuat kesejahteraan petani.
“Harapannya tidak berhenti pada konsep semata, tetapi bagaimana aplikasi ini menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya akurasi dan integritas data dalam pengelolaan aplikasi. Menurutnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan berdampak jika diisi dengan data yang tidak valid.
“Kalau dikelola dengan baik dan diisi berdasarkan indikator yang jelas, maka dari sini kita bisa menetapkan kebijakan yang tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para operator dan pengelola agar menjaga kualitas data sehingga aplikasi tidak sekadar menjadi platform digital tanpa manfaat nyata bagi petani di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyoroti kondisi sektor pertanian yang dinilai belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, sementara struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor jasa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan edukasi dan perubahan pola pikir agar petani mampu memanfaatkan berbagai program yang tersedia.
Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga dirancang untuk menampilkan data secara real-time terkait penyerapan hasil pertanian, seperti sayur dan beras dari kelompok tani di desa-desa yang memasok kebutuhan dapur MBG. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau distribusi serta menghitung dampak ekonomi yang dirasakan petani.
Bupati menegaskan, kehadiran dapur MBG harus mampu memberi kepastian pasar bagi petani, khususnya komoditas hortikultura. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, diharapkan hasil tanam petani dapat terserap secara optimal.
Selain itu, Bupati juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh petani. Ia meminta Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UKM untuk terus melakukan sosialisasi agar akses permodalan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Jika program ini dimanfaatkan dengan baik, tidak ada lagi alasan petani tidak bercocok tanam karena keterbatasan modal,” ucapnya.
Selain itu, Bupati menegaskan bahwa kedua aplikasi tersebut merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan berbasis data yang terintegrasi. Ia optimistis, dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Manggarai Barat mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan.
“Kita harus bekerja dengan data yang sama dan meninggalkan ego sektoral. Saya yakin dalam tiga tahun ke depan kita bisa mendeklarasikan diri sebagai kabupaten pertama di NTT yang keluar dari kategori miskin,” ujarnya.
Peluncuran Aplikasi Lumbung MBG dan Natas Harga ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai Barat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Bappeda dan Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....