Pendidikan Berbasis Budaya Dukung Moderasi Beragama Sejak Dini

  • 10 Feb 2026 21:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pendidikan berbasis budaya lokal dinilai efektif menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini di Flores Timur. Sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkuat sikap toleran melalui praktik hidup sehari-hari.

Kepala SDK Witihama, Mikael Boro Bebe mengatakan nilai budaya Lamaholot diintegrasikan dalam pendidikan karakter di sekolah yang ia pimpin. Meski berlatar Katolik, sekolah tersebut terbuka bagi siswa beragama Islam dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap keyakinan masing-masing.

“Kami tidak memaksakan praktik ibadat Katolik kepada siswa Muslim karena keyakinan adalah ranah pribadi yang harus dihormati,” ujar Mikael dalam siaran Moderasi Beragama RRI Pro 1 Ende, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menambahkan, anak-anak dibiasakan bersalaman, saling menyapa, dan bekerja bersama tanpa membedakan latar belakang agama. Perbedaan diperkenalkan sebagai kekayaan bersama, bukan sumber konflik.

Menurut Mikael, pendidikan karakter berbasis budaya lokal menjadi kunci pewarisan nilai moderasi beragama kepada generasi muda. “Jika budaya hidup di sekolah, maka toleransi tidak hanya diajarkan, tetapi dialami secara nyata,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....