Tradisi Lamaholot Perkuat Moderasi Beragama Flores Timur

  • 10 Feb 2026 21:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Tradisi Lamaholot dinilai menjadi fondasi kuat dalam memperkuat moderasi beragama di Kabupaten Flores Timur. Nilai-nilai adat diwariskan leluhur masih dipraktikkan sebagai cara hidup bersama di tengah perbedaan agama dan keyakinan.

Hal tersebut disampaikan Kepala SDK Witihama, Mikael Boro Bebe , dalam acara Moderasi Beragama, Selasa 10 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Lamaholot sejak lama diajarkan menghormati dan menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan sosial.

“Dalam budaya Lamaholot dikenal konsep parep padan yang mengajarkan sikap saling menghormati dan menerima perbedaan tanpa melihat latar belakang agama,” kata Mikael.

Menurutnya, nilai moderasi beragama juga diwujudkan dalam praktik adat seperti jamuan bersama, pembangunan rumah adat, hingga ritual yang melibatkan umat Katolik dan Muslim. Setiap perbedaan keyakinan dihormati tanpa menghilangkan kebersamaan dalam ruang budaya.

Mikael menegaskan, tradisi leluhur perlu terus dirawat agar menjadi benteng sosial dalam menghadapi tantangan intoleransi. “Budaya menjadi jembatan persaudaraan ketika agama dipahami sebagai jalan untuk merangkul, bukan memisahkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....