NTT Mart Jadi Prioritas Penguatan Ekonomi Lokal Daerah
- 07 Feb 2026 07:26 WIB
- Ende
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dr. Drs. Zeth Sony Libing, M.Si, kepada RRI di Florata Pagi, Sabtu, 7 Februari 2026 menjelaskan NTT Mart dibentuk sebagai ruang pemasaran terpadu produk lokal. Melalui skema konsinyasi maupun beli putus, pemerintah memastikan produk IKM memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Sony mengungkapkan, latar belakang lain lahirnya NTT Mart adalah defisit neraca perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun. Kondisi tersebut disebabkan tingginya konsumsi produk luar daerah dibandingkan produk lokal hasil masyarakat sendiri.
NTT Mart juga dihadirkan sebagai etalase bersama untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal NTT kepada publik. Dengan satu ruang pajang, masyarakat dapat melihat langsung inovasi, kreativitas, dan kualitas produk IKM dari berbagai kabupaten.
Dalam pelaksanaannya, NTT Mart dibentuk di setiap kabupaten bekerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga keagamaan. Pelaku UMKM, termasuk dari wilayah terpencil, difasilitasi melalui pendampingan kualitas kemasan, sertifikasi halal, BPOM, hingga pemasaran digital.
Ke depan, NTT Mart diarahkan menjangkau pasar nasional hingga internasional melalui sistem penjualan daring. Pemerintah berharap kebijakan yang diinisiasi Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma ini mampu meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan di NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....