Kebun Keluarga Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga

  • 05 Feb 2026 11:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemanfaatan kebun keluarga dinilai menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan. Pengelolaan pekarangan secara berkelanjutan memungkinkan keluarga memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Pengembangan Masyarakat Bidang Pertanian Berkelanjutan dan Kesehatan Primer dari Yayasan Tana Nua , Emilia Kumanireng, dalam siaran Indonesia Cerdas Pro 1 RRI Ende, Rabu, 4 Februari 2026. Program ini menyoroti pentingnya kemandirian pangan melalui pemanfaatan sumber daya di lingkungan rumah.

Emilia menjelaskan, ketahanan pangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas dan keamanannya. Pangan yang dihasilkan dari kebun sendiri dinilai lebih terjamin karena minim risiko kontaminasi bahan kimia dan dapat dikonsumsi langsung oleh keluarga.

Selain itu, kebun keluarga turut menjaga keberagaman pangan lokal seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, dan jagung. Keberagaman ini berperan penting dalam pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi anak-anak, serta mencegah ketergantungan pada satu jenis pangan.

Menurut Emilia, kebiasaan berkebun perlu ditanamkan sejak dini dengan melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama ibu dan anak. Pola menanam dan mengonsumsi hasil kebun sendiri diyakini dapat membentuk ketahanan pangan yang tumbuh secara alami di tingkat rumah tangga.

Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....