JPIC Soroti Kolaborasi Bangun BLK Daerah
- 27 Jan 2026 09:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - JPIC Suster SSpS kembali mengangkat isu ketenagakerjaan melalui siaran Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Ende pada Senin, 26 Januari 2026. Hal ini menekankan pentingnya kolaborasi membangun BLK di daerah.
Sr. Margaretha Ada, SSpS, menjelaskan ini sebagai materi lanjutan dari pembahasan awal Januari tentang BLK sebagai kanal pemberdayaan masyarakat.
Ia menambahkan BLK dijelaskan sebagai lembaga strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap pakai. Lembaga ini menyasar generasi muda pencari kerja yang belum memiliki keterampilan memadai.
Menurut JPIC, tantangan utama dunia kerja saat ini adalah kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Masalah ini terjadi baik di desa maupun di kota.
Pembangunan BLK menuntut kesiapan infrastruktur yang sesuai standar pelatihan. Selain gedung dan ruang praktik, fasilitas pendukung juga menjadi kebutuhan mutlak.
Akses pelatihan masih menjadi persoalan bagi masyarakat terpencil. Jarak, transportasi, keterbatasan internet, dan informasi menjadi penghambat utama.
Suster Margareth menilai peran pemerintah daerah sangat menentukan keberlanjutan BLK. Dinas teknis seperti Disnaker diharapkan menjadi motor penggerak pelatihan.
“Dunia usaha dan industri turut berperan memberikan masukan kebutuhan kompetensi. Informasi ini penting agar lulusan BLK benar-benar terserap pasar kerja," ujarnya.
Jenis pelatihan ditentukan berdasarkan riset kebutuhan industri lokal. Pendekatan ini mencegah pelatihan yang tidak relevan dan minim manfaat.
Data menunjukkan lulusan BLK memiliki tingkat serapan kerja tinggi. Hal ini membuktikan efektivitas BLK dalam menekan pengangguran.
JPIC mendorong sinergi berkelanjutan demi menciptakan lapangan kerja berkualitas. BLK dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan kewirausahaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....