Bahasa Isyarat Perkuat Inklusi Sosial Komunitas Tuli
- 25 Jan 2026 15:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Bahasa isyarat berperan penting dalam mendorong inklusi sosial penyandang Tuli di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut disampaikan Juru Bahasa Isyarat Komunitas Tuli Kupang, Ritasari Boling, dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurut Ritasari, peran bahasa isyarat dalam inklusi sosial menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah instansi pemerintah dan lembaga keagamaan mulai membuka diri dengan menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi pegawai dan jemaat.
Ia mencontohkan pelatihan bahasa isyarat di Dinas Sosial Kota Kupang serta kegiatan serupa di salah satu gereja GMIT yang melibatkan puluhan gereja. Upaya tersebut memungkinkan teman-teman Tuli memahami layanan publik, khotbah, serta proses ibadah secara utuh.
Kehadiran juru bahasa isyarat dalam forum publik, seminar, dan ibadah dinilai sangat krusial bagi partisipasi penyandang Tuli. Tanpa penerjemah, informasi, gagasan, dan usulan yang dibahas dalam forum tidak dapat diakses secara setara oleh mereka.
Meski demikian, Ritasari menilai aksesibilitas bahasa isyarat di NTT masih tergolong “cukup, namun belum sepenuhnya ramah”. Ia mengungkapkan masih sering terjadi pemanggilan juru bahasa isyarat secara mendadak karena kurangnya perencanaan dari penyelenggara kegiatan.
Keterlibatan aktif dalam ruang publik memberi dampak psikologis positif bagi komunitas Tuli. Ritasari menyebut banyak teman Tuli merasa bangga dan percaya diri ketika dilibatkan langsung dalam forum perencanaan pembangunan dan dialog bersama pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....