Merawat Bumi, Merawat Iman dalam Mutiara Pagi

  • 23 Jan 2026 05:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Ende, Fhatur Rachman Ola, menegaskan bahwa krisis lingkungan merupakan persoalan keimanan, bukan semata isu ekologis. Hal itu disampaikannya dalam program Mutiara Pagi RRI, Jumat, 23 Januari 2026.

Dalam tausiyah bertema Merawat Bumi, Merawat Islam, Fhatur mengajak umat Islam memahami peran manusia sebagai khalifah di bumi yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, banjir, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan adalah tanda rusaknya relasi manusia dengan alam.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 30 dan Surah Ar-Rum ayat 41 sebagai peringatan bahwa kerusakan di darat dan laut bersumber dari perbuatan manusia sendiri. Pesan tersebut, kata dia, menuntut refleksi dan perubahan perilaku kolektif.

Fhatur juga mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan, termasuk larangan bersikap boros air meskipun dalam kondisi melimpah. Prinsip kesederhanaan ini dinilai relevan menghadapi eksploitasi alam dan gaya hidup modern yang tidak ramah lingkungan.

Selain itu, ia menekankan bahwa menanam pohon dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan amal ibadah yang bernilai sedekah jariyah. Setiap manfaat yang dihasilkan dari alam, bahkan jika dinikmati makhluk lain, akan menjadi pahala bagi manusia yang merawatnya.

Melalui siaran ini, RRI diharapkan menjadi ruang edukasi publik untuk membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan. Fhatur menutup tausiyah dengan ajakan memulai perubahan dari tindakan sederhana demi keberlanjutan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....