Arus Mudik Naik, Arus Wisatawan Asing Justru Turun di Labuan Bajo

  • 18 Mar 2026 00:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Arus mudik melalui jalur laut di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran 2026. Namun di sisi lain, jumlah wisatawan, khususnya mancanegara, justru menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data Posko Terpadu per 17 Maret 2026 pukul 08.00 WITA, tercatat sebanyak 12 kapal tiba dengan total 1.375 penumpang turun dan 2.516 penumpang naik. Secara keseluruhan, arus penumpang mudik tahun ini meningkat sebesar 20,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menyampaikan, kondisi ini menunjukkan perbedaan tren antara angkutan mudik dan angkutan wisata di wilayah tersebut.

“Secara umum, arus mudik mengalami peningkatan, tetapi untuk wisatawan asing saat ini memang sedang menurun karena beberapa faktor,” ujarnya kepada media, Selasa 17 Maret 2026.

Dirinya menyebutkan, penurunan jumlah wisatawan mancanegara dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti periode low season, kondisi cuaca, hingga situasi global yang turut berdampak pada minat perjalanan.

“Saat ini kita memasuki low season, ditambah faktor cuaca dan kondisi global yang ikut memengaruhi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo,” katanya.

Meski demikian, aktivitas wisata masih tetap berjalan. Tercatat sebanyak 401 kunjungan kapal wisata dengan total 4.317 wisatawan turun dan 4.348 wisatawan naik selama periode pemantauan.

Sementara itu, dari sisi kesiapan armada, kapasitas kapal yang tersedia mencapai 8.722 penumpang dan dinilai masih mencukupi untuk melayani lonjakan pemudik. Armada yang beroperasi terdiri dari kapal perintis, kapal penyeberangan, kapal roro, hingga kapal milik Pelni. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, pihak terkait telah menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari pemantauan cuaca secara real-time, penambahan armada cadangan, hingga dukungan pengamanan dari 22 instansi, termasuk TNI, Polri, dan Basarnas.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan stimulus berupa diskon tiket kapal dari PELNI guna membantu masyarakat selama periode mudik. Dengan kondisi tersebut, Labuan Bajo menghadapi dua dinamika sekaligus, yakni lonjakan arus mudik di satu sisi dan penurunan kunjungan wisatawan di sisi lain menjelang Hari Raya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....