Makam Sunan Ampel Surabaya Tetap Jadi Tujuan Wisata Religi Peziarah

  • 14 Jul 2026 20:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Makam Sunan Ampel di Kota Surabaya hingga kini masih menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya masyarakat Jawa Timur, para peziarah juga datang dari luar daerah untuk berdoa, mengenang perjuangan dakwah, sekaligus mempelajari sejarah salah satu tokoh Wali Songo tersebut.

Kompleks makam yang berada di Jalan Ampel Masjid, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, ini menjadi tempat bersejarah yang menyimpan banyak kisah perjalanan penyebaran Islam di Pulau Jawa. Sosok Sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah dikenal sebagai salah satu ulama yang berperan besar dalam perkembangan Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sunan Ampel merupakan putra dari Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Ibrahim Asmarakandi dan Dewi Candrawulan, putri Raja Champa di Kamboja. Pada abad ke-15, ia dipercaya oleh Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya.

Dalam menjalankan dakwahnya, Sunan Ampel mendirikan pusat penyebaran Islam di kawasan Ampel Denta. Di lokasi tersebut kemudian berdiri Masjid Sunan Ampel yang hingga kini menjadi salah satu masjid bersejarah dan menjadi bagian penting dari kawasan wisata religi Ampel.

Kawasan makam Sunan Ampel tidak hanya menjadi tempat peristirahatan sang wali, tetapi juga terdapat makam keluarga, kerabat, serta para pengikutnya. Salah satu makam yang cukup dikenal adalah makam Mbah Bolong atau Shonhaji, tokoh yang dipercaya membantu menentukan arah kiblat Masjid Sunan Ampel.

Selain berziarah, pengunjung juga dapat melihat berbagai peninggalan sejarah dan mengenal ajaran Sunan Ampel yang dikenal dengan istilah Moh Limo. Ajaran tersebut berisi lima larangan terhadap perilaku buruk, yakni Moh Main (tidak berjudi), Moh Maling (tidak mencuri), Moh Ngombe (tidak mabuk), Moh Madat (tidak mengonsumsi candu), dan Moh Madon (tidak berzina).

Salah seorang peziarah, Hairuddin asal Malang, mengaku sengaja datang ke Makam Sunan Ampel untuk berdoa sekaligus mengenal lebih dekat sejarah perjuangan dakwah Wali Songo.

"Saya datang ke sini karena ingin berziarah dan mengenang perjuangan Sunan Ampel dalam menyebarkan agama Islam. Tempatnya memiliki suasana yang berbeda, banyak nilai sejarah yang bisa dipelajari, terutama bagi generasi muda," ujar Hairuddin kepada RRI, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, kawasan Ampel tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang memberikan pengalaman spiritual dan edukasi sejarah.

"Selain berdoa, kita juga bisa belajar tentang perjuangan para wali. Banyak cerita dan peninggalan yang membuat kita semakin menghargai sejarah Islam di Indonesia," katanya.

Kompleks Makam Sunan Ampel biasanya ramai dikunjungi terutama pada malam Jumat dan Jumat Legi. Para peziarah diimbau mengenakan pakaian sopan saat memasuki kawasan makam. Pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung bagi pengunjung, termasuk perlengkapan bagi perempuan yang membutuhkan penutup kepala.

Hingga kini, Makam Sunan Ampel tetap menjadi salah satu ikon wisata religi Kota Surabaya yang mampu menarik ribuan peziarah setiap tahunnya. Keberadaan kawasan ini tidak hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga ruang untuk mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai kearifan yang diwariskan oleh salah satu Wali Songo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....