Museum Gula Indonesia ada di Kota Pasuruan

  • 29 Apr 2026 14:51 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Ada Museum Gula Indonesia di Kota Pasuruan. Museum ini terletak di dalam Komplek PT Riset Perkebunan Nusantara Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Kota Pasuruan ini diresmikan oleh Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Iman Yani Harahap. Hadir pula Sri Hartini selaku Direktur Eksekutif Museum Perkebunan Indonesia serta Kepala P3GI Kota Pasuruan, Aris Lukito.

Pantauan di lokasi, usai soft launching dilakukan, Iman Yani bersama undangan kehormatan lainnya langsung berkeliling melihat secara langsung Museum Gula Indonesia yang bangunannya berusia ratusan tahun lalu ini.

Menurut Aris, hadirnya Museum Gula Indonesia sebenarnya telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya sebagai wahana jembatan pengetahuan masa lalu. Dalam artian mengembalikan kejayaan P3GI sebagai pusat penelitian perkebunan gula indonesia terbesar di Asia Tenggara, pada masa silam.

"Sekarang kita berjuang untuk mengenang dan menjaga memori itu. Kita kenang kejayaan P3GI yang sangat berjaya di masanya, dan ini kita bangkitkan semua memori itu melalui museum ini," terangnya, Rabu (29/4/2026).

Di dalam Museum Gula Indonesia Kota Pasuruan, para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan story land tentang perkembangan industri gula, terutama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) yang semula bernama Het Proefstation Oost Java (POJ).

Kata Aris, dulunya P3GI merupakan salah satu lembaga penelitian gula (tebu) tertua di dunia, dan semua dokumen yang tersisa di P3GI, dihadirkan melalui museum Gula Indonesia Kota Pasuruan.

"Intinya di dalam museum ini kita bercerita sejarah gula di indonesia, naik dan turunnya, sejak masuknya gula di Indonesia,. Di sana ada sejarah, ada peran kita, Indonesia melalui POJ berkiprah di dunia

Untuk memaksimalkan Museum Gula Indonesia Kota Pasuruan ini, Aris menegaskan bahwa ada tiga konsep yang akan diterapkan. Yakni wahana edukasi sejarah, heritage dan ketrampilan, serta rencananya akan bekerja sama dengan Yayasan Museum Perkebunan di Medan yang paham betul dengan museum.

"Kita menawarkan praktek aktual dalam kegiatan pergulaan, mulai dari tanam tebu sampai beberapa pengolahan yang lain. Intinya kami mengembalikan fasad awal, menjaga ini, dan kami akan bekerja sama dengan Yayasan Museum Perkebunan di Medan, sehingga tidak keluar dari koridor dan menjaga keontetikan bangunan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Museum Perkebunan Indonesia, Sri Hartini menyambut baik adanya Museum Gula Indonesia sebagai tempat melestarikan heritage yang ada di P3GI.

Ia berharap untuk tetap dijaga dan dilestarikan bangunan serta segala isi yang ada di dalamnya.

"Saya rasa ini museum pertama, menjadikan potensi yang besar dalam menjaga melestarikan heritage yang ada di P3GI, di sini cukup banyak, dan akan bertahap dijaga agar
tetap lestari bangunannya," harapnya.

Ke depan, Sri berharap kepada P3GI Kota Pasuruan untuk punya strategi dalam hal tata pamer. Tujuannya agar para pengunjung merasa nyaman dan senang dengan suasana yang ada dalam Museum.

"Bicara museum, tidak hanya memajang benda-benda saja, tapi harus punya strategi tata pamernya agar senang berkunjung. Pertama suasananya, kalau bisa dilengkapi dengan IT teknologi yang kekinian, karena museum itu 80-90 persen adalah anak-anak sekolah. P3GI harus punya program publik untuk menghidupkan museum ini. Insya Allah bangunan ini dapat kita lestarikan," tutupnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....