Lamaholot Dive and Tour Dorong Anak Muda Wisata Bahari

  • 19 Feb 2026 18:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemilik Lamaholot Dive and Tour, Rofinus M. Monteiro, mendorong generasi muda NTT mengembangkan wisata bahari daerah. Hal itu disampaikan Rofinus saat menjadi narasumber program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende, Kamis, 5 Februari 2026.

Rofinus menjelaskan Lamaholot Dive and Tour berawal dari kegemarannya menyelam ketika bekerja sebagai konsultan geologi beberapa tahun sebelumnya. Saat kembali ke Lembata, ia melihat potensi terumbu karang serta keanekaragaman laut yang belum banyak dikelola operator lokal.

Ia kemudian berinisiatif membangun operator selam lokal sebagai sarana promosi wisata bahari Flores Timur dan Lembata. Usaha tersebut berkembang dari sekadar memfasilitasi komunitas penyelam menjadi layanan wisata bahari yang melayani wisatawan domestik dan manca negara berkunjung.

Menurutnya kunjungan wisatawan Lamaholot Dive and Tour didominasi wisatawan domestik dengan musim ramai terjadi di bulan Februari hingga Agustus setiap tahun. Periode tersebut dimanfaatkan Rofinus untuk mempersiapkan layanan penyelaman, peralatan, serta koordinasi dengan masyarakat lokal pendukung kegiatan wisata.

Rofinus menilai tantangan pengembangan wisata bahari bukan sekadar promosi, tetapi edukasi serta kesiapan sumber daya manusia lokal masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan destinasi secara bertahap agar aktivitas wisata tetap menjaga kelestarian ekosistem laut berkelanjutan.

“Tempat yang bagus kalau tidak dikelola baik bisa rusak, sehingga kami fokus membangun SDM lokal terlebih dahulu,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pengelola mengutamakan edukasi masyarakat sebelum membuka lokasi penyelaman kepada wisatawan luas berkunjung.

Dalam operasionalnya Lamaholot Dive and Tour menerapkan standar keselamatan penyelaman melalui pembatasan tamu serta briefing sebelum aktivitas dimulai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan wisatawan sekaligus menjaga profesionalisme layanan pemandu selama kegiatan penyelaman berlangsung di laut.

Konsep wisata berkelanjutan juga diterapkan dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional perahu, konsumsi, serta layanan pendukung wisata lainnya. Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga potensi laut sebagai aset pariwisata daerah.

“Kami melatih anak muda menjadi pemandu snorkeling dan diving agar mampu mengelola potensi laut sekaligus membuka peluang kerja,” katanya. Melalui pelatihan tersebut generasi muda didorong menjadi pelaku utama pengembangan wisata bahari yang berdaya saing dan berkelanjutan kedepannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....