MASATA Dorong Poparekraf Hadapi Penurunan APBD Kota Bontang
- 01 Feb 2026 11:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang pada tahun 2026 menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pembangunan dan ekonomi lokal. Kondisi tersebut menuntut Pemerintah Kota Bontang untuk lebih kreatif dan adaptif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Menanggapi situasi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC MASATA) Kota Bontang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah terobosan yang diinisiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar). Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Poparekraf) dinilai sebagai pilihan strategis.
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menyebut pemangkasan APBD 2026 yang dilakukan demi efisiensi dan ketepatan sasaran program berpotensi memicu kontraksi ekonomi lokal. Namun, ia menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum untuk melakukan eksplorasi potensi daerah secara lebih masif dan terarah.
“Langkah kolaborasi lintas OPD antara Bapenda dan Dispopar adalah solusi konkret. Kita perlu sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media untuk mengeksplorasi, mengekspos, dan mengatraksikan potensi kita agar dampak pemangkasan anggaran dapat diminimalisir,” ujar Eko Satrya.
MASATA menilai sektor Poparekraf memiliki kekuatan besar untuk menopang ekonomi riil masyarakat. Jika program-program kerja dijalankan secara terintegrasi, dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan PAD, tetapi juga pada pergerakan ekonomi lapisan bawah.
Berbagai sektor produktif diyakini akan terdongkrak seiring meningkatnya aktivitas pariwisata. UMKM, pedagang kaki lima, jasa transportasi, akomodasi, hingga sektor kuliner berpotensi tumbuh bersama meningkatnya daya tarik Kota Bontang sebagai tujuan kunjungan wisatawan regional maupun mancanegara.
Sebagai bentuk kontribusi pemikiran, DPC MASATA mengusulkan tiga pilar program unggulan untuk mendongkrak sektor Poparekraf. Pilar pertama adalah pengembangan wisata olahraga atau sport tourism melalui penyelenggaraan ajang olahraga skala regional hingga nasional secara rutin di Kota Bontang.
Pilar kedua berupa optimalisasi infrastruktur tematik dengan memanfaatkan keunggulan geografis laut dan pesisir untuk aktivitas snorkeling, diving, serta olahraga perahu layar. Sementara pilar ketiga adalah pengembangan paket wisata terintegrasi yang menggabungkan wisata industri, alam, dan kuliner dalam satu rangkaian perjalanan.
“Kami optimis, dengan pengelolaan yang tepat dan terkoordinasi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi pilar baru yang tangguh bagi kemandirian ekonomi Kota Bontang ke depan,” ucap Eko Satrya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....