Keteladanan dan Kasih Sayang Jadi Kunci Pendidikan Karakter di SMAN 1 Manokwari
- 20 Jul 2026 21:17 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - SMA Negeri 1 Manokwari mengedepankan pendekatan humanis dalam membentuk karakter peserta didik. Sekolah meyakini bahwa suasana belajar yang aman, penuh kasih sayang, dan saling menghargai menjadi fondasi penting dalam mencegah perundungan sekaligus mendukung tumbuh kembang siswa.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, mengatakan pembentukan karakter dilakukan melalui berbagai kebiasaan positif yang diterapkan setiap hari. Kegiatan doa bersama sebelum pembelajaran, pemberian afirmasi positif, hingga layanan konseling menjadi bagian dari upaya sekolah membangun hubungan yang dekat antara guru dan siswa.
Menurutnya, setiap peserta didik memiliki potensi yang harus dikembangkan. Karena itu, guru didorong untuk tidak mudah memberikan cap negatif kepada siswa, melainkan memahami latar belakang setiap persoalan yang dihadapi anak melalui komunikasi dan pendampingan secara intensif.
“Buat kami semua anak itu hebat, semua anak itu luar biasa. Itu afirmasi yang kami buat. Kami selalu bilang anak hebat, anak cerdas, cantik, ganteng. Anak itu butuh dipuji, anak butuh disayang. Pernyataan bahwa kami sayang kepada mereka juga perlu disampaikan, karena itu menjadi kebutuhan anak,” ujar Lucinda Patricia Mandobar, Senin, 20 Juli 2026.
Lucinda mengungkapkan, pengalaman mendampingi siswa menunjukkan bahwa berbagai persoalan perilaku yang muncul di sekolah sering kali berakar dari masalah yang terjadi di lingkungan keluarga maupun sekitar tempat tinggal. Melalui layanan konseling, guru berupaya memahami kondisi tersebut sebelum menentukan langkah pembinaan yang tepat.
Ia menilai kasih sayang merupakan pendekatan yang efektif dalam membangun kedisiplinan. Ketika siswa merasa dihargai dan diterima, mereka akan lebih mudah diarahkan untuk memperbaiki sikap serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan.
Menurut Lucinda, sekolah harus menjadi tempat yang membuat siswa merasa aman untuk belajar, bercerita, maupun meminta bantuan ketika menghadapi persoalan. Hubungan yang baik antara guru dan peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.
Lucinda berharap budaya saling menghargai, peduli, dan menyayangi sesama terus tumbuh di lingkungan sekolah. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, ia optimistis peserta didik dapat berkembang menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....