Pemanfaatan AI di Kalangan Pelajar Perlu Diimbangi Literasi Digital
- 20 Jul 2026 20:40 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Karena itu, SMA Negeri 1 Manokwari memilih membangun kesadaran siswa agar memanfaatkan teknologi secara bijak, alih-alih melarang penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, pada Senin, 20 Juli 2026.
Ia mengatakan penggunaan telepon pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Menurutnya, pendekatan yang tepat bukan dengan melarang penggunaan gawai, melainkan memberikan pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta pentingnya mengatur skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari.
Lucinda menjelaskan, guru terus memberikan pendampingan kepada siswa agar mampu memahami konsekuensi dari penggunaan gawai secara berlebihan, termasuk kebiasaan bermain gim hingga larut malam yang berdampak pada keterlambatan datang ke sekolah maupun menurunnya konsentrasi saat mengikuti pembelajaran.
“Hari ini kita melarang anak pakai HP tidak bisa. Yang kita lakukan adalah menasihati terus-menerus dan mengingatkan konsekuensinya. Saya selalu bilang, boleh main game, tetapi harus bijak. Harus ada skala prioritas dan harus bisa membagi waktu sehingga tetap bisa bermain, tetapi tidak melupakan kewajiban sebagai pelajar,” jelasnya.
Sebagai bentuk penyaluran minat siswa, sekolah juga memberikan ruang melalui kegiatan class meeting yang diselenggarakan setiap selesai ujian semester. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah kompetisi e-sport yang difasilitasi OSIS dengan pendampingan guru, sehingga hobi siswa tetap dapat berkembang dalam suasana yang positif dan terarah.
Menurut Lucinda, sekolah tidak memandang permainan digital sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Sebaliknya, siswa perlu dibimbing agar memahami batasan dalam menggunakan teknologi serta mampu memanfaatkan perkembangan digital, termasuk AI, sebagai sarana belajar dan meningkatkan pengetahuan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan bagi tenaga pendidik. Guru dituntut terus belajar agar mampu mengikuti perubahan zaman serta membangun proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Di sisi lain, pendidikan karakter tetap menjadi aspek yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Lucinda berharap peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab serta menjadikannya sebagai sarana mengembangkan potensi diri. Menurutnya, keseimbangan antara penguasaan teknologi, kedisiplinan, dan karakter akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....