Bupati Kupang Ajak Jemaat Gotong Royong Bangun Gereja Ebenhaezer

  • 20 Jul 2026 15:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Suasana penuh sukacita dan pengharapan mewarnai Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno, Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Rabu, 15 Juli 2026. Momentum bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama tokoh gereja, anggota DPRD, serta ratusan jemaat.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengangkat makna nama "Ebenhaezer" yang berarti "Sampai di sini Tuhan menolong kita." Menurutnya, makna tersebut bukan sekadar mengenang pertolongan Tuhan di masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa penyertaan Tuhan akan terus berlangsung bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

"Ebenhaezer berarti sampai di sini Tuhan menolong. Saya ingin menambahkan, sampai kapan pun Tuhan tetap menolong. Pertolongan Tuhan tidak pernah berhenti bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya," ujar Bupati.

Bupati mengingatkan bahwa membangun gereja bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik yang megah, tetapi juga membangun kehidupan iman yang kokoh. Ia mengajak seluruh jemaat untuk tetap setia beribadah dan menjadikan gereja sebagai pusat pertumbuhan rohani.

"Gereja yang megah akan memiliki makna apabila dipenuhi oleh jemaat yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan," katanya.

Lebih lanjut, Yosef Lede menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh jemaat. Semangat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci utama agar pembangunan dapat berjalan hingga tuntas.

"Pembangunan gereja tidak boleh hanya semangat di awal. Kalau hari ini kita sepakat membangun, maka sampai selesai kita juga harus tetap sepakat. Jangan ketika pembangunan berjalan, satu per satu mulai menghilang. Kekuatan kita ada pada kebersamaan," kata Yos Lede, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, budaya gotong royong merupakan kekuatan masyarakat Kabupaten Kupang yang harus terus dipelihara, baik dalam kehidupan sosial maupun pelayanan gereja. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus mendukung pembangunan fasilitas umum milik gereja, termasuk membantu proses penerbitan sertifikat tanah melalui koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, sepanjang seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.

Ia mengimbau seluruh gereja agar mulai menyiapkan legalitas aset sejak dini sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, Yosef Lede menjelaskan bahwa bantuan pemerintah terhadap pembangunan gereja harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.

Karena itu, ia berharap setiap usulan pembangunan dapat dibahas melalui forum resmi gereja, seperti sidang klasis, agar dapat diakomodasi dalam dokumen perencanaan pemerintah. "Kita ingin gereja dan pemerintah terus berjalan sebagai mitra. Kalau perencanaannya disiapkan dengan baik, maka pemerintah juga dapat membantu sesuai aturan yang berlaku. Sinergi seperti inilah yang ingin terus kita bangun," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase, mengapresiasi kepemimpinan Bupati Yosef Lede yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah. Menurutnya, meskipun pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran nasional, Bupati tetap aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai kementerian guna menghadirkan program-program pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah daerah dan gereja dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan rumah ibadah maupun infrastruktur pendukung lainnya. Apresiasi serupa disampaikan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, yang menilai Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kehidupan bergereja dan pembangunan rumah ibadah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gereja menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan sejahtera. Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman melalui kehidupan yang dilandasi kasih, persatuan, dan semangat melayani.

Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, momentum tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, beriman, serta berlandaskan semangat gotong royong demi masa depan Kabupaten Kupang yang lebih baik. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....