PD BKMM-DMI Kota Malang Perkuat Literasi Digital untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
- 20 Jul 2026 11:03 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menyikapi hal tersebut, Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (PD BKMM-DMI) Kota Malang memperkuat kapasitas pelaku UMKM binaannya melalui seminar bertajuk "Tantangan UMKM di Era Digital", Senin (20/7/2026) di Atria Hotel Malang.
Kegiatan yang diikuti 120 pelaku UMKM binaan itu difokuskan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, mulai dari penguatan merek (branding), pemasaran berbasis media sosial, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ketua PD BKMM-DMI Kota Malang, Dr. Dra. Hj. Mutmainnah Mustofa, M.Pd. mengatakan, pemberdayaan ekonomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas dakwah. Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan agar masyarakat, khususnya kaum perempuan, mampu membangun usaha yang mandiri sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi. Kami ingin pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," katanya.
Ia menjelaskan, selain pembinaan majelis taklim dan kegiatan keagamaan, PD BKMM-DMI Kota Malang terus mengembangkan program pendampingan UMKM agar para pelaku usaha mampu menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang. Mewakili pimpinan BAZNAS, Sulaiman, S.AP. menambahkan, lembaganya telah menyalurkan bantuan modal usaha sekitar Rp500 juta melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, akses permodalan perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan kemampuan membaca peluang pasar agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PD DMI Kota Malang, Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban, M.Ag. mengapresiasi konsistensi PD BKMM-DMI dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Kegiatan yang diikuti 120 pelaku UMKM binaan itu difokuskan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, mulai dari penguatan merek (branding), pemasaran berbasis media sosial, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ketua PD BKMM-DMI Kota Malang, Dr. Dra. Hj. Mutmainnah Mustofa, M.Pd. mengatakan, pemberdayaan ekonomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas dakwah. Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan agar masyarakat, khususnya kaum perempuan, mampu membangun usaha yang mandiri sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi. Kami ingin pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," katanya.
Ia menjelaskan, selain pembinaan majelis taklim dan kegiatan keagamaan, PD BKMM-DMI Kota Malang terus mengembangkan program pendampingan UMKM agar para pelaku usaha mampu menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang. Mewakili pimpinan BAZNAS, Sulaiman, S.AP. menambahkan, lembaganya telah menyalurkan bantuan modal usaha sekitar Rp500 juta melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, akses permodalan perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan kemampuan membaca peluang pasar agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PD DMI Kota Malang, Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban, M.Ag. mengapresiasi konsistensi PD BKMM-DMI dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Ia menilai pelaku UMKM perlu meneladani nilai-nilai kejujuran, amanah, dan profesionalisme yang dicontohkan Rasulullah SAW, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
"Nilai-nilai tersebut harus dipadukan dengan inovasi dan kemampuan memanfaatkan pemasaran digital agar UMKM semakin berkembang," tuturnya.
Dalam sesi utama, narasumber Dr. Restu Mila membekali peserta dengan strategi menghadapi persaingan usaha di era digital. Materi yang disampaikan meliputi penguatan identitas merek, peningkatan kualitas produk, optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi, hingga strategi pemasaran digital yang efektif.
Melalui kegiatan ini, PD BKMM-DMI Kota Malang berharap pelaku UMKM binaannya tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan ekosistem bisnis, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
"Nilai-nilai tersebut harus dipadukan dengan inovasi dan kemampuan memanfaatkan pemasaran digital agar UMKM semakin berkembang," tuturnya.
Dalam sesi utama, narasumber Dr. Restu Mila membekali peserta dengan strategi menghadapi persaingan usaha di era digital. Materi yang disampaikan meliputi penguatan identitas merek, peningkatan kualitas produk, optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi, hingga strategi pemasaran digital yang efektif.
Melalui kegiatan ini, PD BKMM-DMI Kota Malang berharap pelaku UMKM binaannya tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan ekosistem bisnis, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....