Bupati Teluk Bintuni Raih IPSEA 2026 Berkat Transformasi Pelayanan Publik

  • 18 Jul 2026 02:01 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel, pelayanan publik yang inovatif, serta pembangunan yang berpihak pada masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, meraih penghargaan Best Regional Leader for Inclusive Industrial Resource Transformation and Social Equity pada ajang Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, Jumat 17 Juli 2026. Bupati Yohanis Manibuy diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldi Kwando, yang menerima penghargaan dari Founder Seven Media Asia bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional lainnya.

Penghargaan itu diberikan setelah melalui proses kurasi independen yang dilakukan Seven Media Asia. Kepemimpinan Yohanis Manibuy dinilai berhasil menghadirkan transformasi sumber daya industri yang inklusif dengan menghubungkan pertumbuhan sektor industri terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat adat dan masyarakat lokal di Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah daerah dinilai mampu memperkuat tata kelola ekonomi yang berkeadilan melalui pengembangan hilirisasi industri, kemitraan bersama pelaku UMKM lokal, penguatan ekonomi daerah, perlindungan masyarakat adat, hingga pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman dan pesisir.

Plt. Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldi Kwando, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy yang dinilai mampu menghadirkan perubahan nyata melalui program-program pembangunan yang inovatif.

"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan Bapak Bupati Yohanis Manibuy mendapat pengakuan di tingkat nasional. Beliau mampu membangun kolaborasi, menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke kampung-kampung," ujar Rifaldi Kwando.

Menurutnya, proses penilaian IPSEA 2026 dilakukan secara kualitatif berdasarkan capaian kinerja dan kepemimpinan sepanjang tahun 2025 dengan mengacu pada tiga indikator utama, yakni Overall Performance, Responsibility, dan Attractiveness.

Keberhasilan tersebut juga didukung sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Di antaranya peningkatan angka melek huruf menjadi 98,44 persen pada 2025, peningkatan akses pendidikan hingga wilayah distrik, serta penurunan angka kemiskinan dari 29,79 persen pada 2024 menjadi 25,34 persen pada 2025.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan layanan kesehatan, pembangunan Center of Excellence untuk vokasi industri, perluasan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan fasilitas dasar bagi masyarakat di kampung-kampung pedalaman maupun pesisir.

Rifaldi menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat pembangunan yang inklusif.

"Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, menghadirkan pelayanan yang lebih baik, memperkuat pembangunan yang berkeadilan, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati seluruh masyarakat Teluk Bintuni," Ucap Rifaldi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....