Para Nelayan dan Warga di Pesisir Pantai Selatan Diminta Waspada Ombak Tinggi

  • 17 Jul 2026 19:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Petugas Kepolisian di Lumajang menghimbau agar masyarakat di pesisir pantai selatan berhati-hati terhadap terjadinya ombak tinggi.

Seperti yang telah diberitakan RRI sebelumnya, kondisi demikian menyusul adanya Seorang nelayan asal Jember ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jumat (17/7/2026) pagi. Korban, Icuk Sugiarto (46), diduga menjadi korban kecelakaan laut sehari sebelumnya. Dari tiga nelayan dalam satu perahu, dua lainnya dilaporkan selamat.

Peristiwa bermula pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban bersama Diofani, anaknya, dan Mujahidin berangkat melaut dari wilayah Jember untuk mencari ikan. Di tengah laut, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga terbalik.

Berdasarkan keterangan adik korban, Hari Teguh Setyawan, warga Desa Puger, Kecamatan Puger, Jember, hanya Mujahidin yang memiliki kemampuan berenang. Saat perahu terbalik, Mujahidin sempat menolong dua rekannya. Satu orang berhasil diselamatkan dan dinaikkan kembali ke perahu.

Untuk korban Icuk Sugiarto, Mujahidin membawa jenazah ke tepi pantai dengan bantuan curigen yang ada di perahu sebagai alat apung. Setibanya di darat, Mujahidin meminta pertolongan warga dan bertemu saksi Aan Muhamad Sholeh. Warga kemudian melapor ke Polsek Tempeh.

Menurut Kapolsek Tempeh Lumajang menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB. Sekira pukul 06.30 WIB, personel Polsek Tempeh tiba di lokasi kejadian, mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi. Proses evakuasi kemudian dikoordinasikan bersama BPBD Kabupaten Lumajang dan petugas Puskesmas Tempeh.

Jenazah berhasil dievakuasi pada pukul 08.00 WIB dan langsung dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Jenazah tiba di kamar jenazah rumah sakit pada pukul 09.20 WIB untuk penanganan lebih lanjut.

Keluarga korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.00 WIB. Adik kandung korban, Hari Teguh Setyawan, membuat surat pernyataan menolak dilakukannya otopsi dan menyatakan menerima kepergian korban dengan ikhlas.

Sementara itu, nelayan lain yang sempat tertinggal di atas perahu, Diofani, dilaporkan telah selamat tiba di Puger bersama kapalnya.

Polisi masih melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait insiden ini. Pihak berwenang mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, mengingat kondisi gelombang di perairan selatan Jawa Timur masih berpotensi tinggi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....