Kemenag Sulut: Tokoh Agama Punya Peran Strategis Cegah Korupsi

  • 17 Jul 2026 19:11 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan butuh fondasi moral yang kuat melalui pendekatan keagamaan. Nilai kejujuran dan integritas harus ditanamkan sejak dini untuk membentengi masyarakat dari perilaku menyimpang.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha, saat memberikan pembinaan kepada ASN, guru, dan penyuluh agama Hindu di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut, Kamis, 17 Juli 2026.

"Nilai-nilai agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial tertanam dengan baik, maka berbagai perilaku yang merugikan masyarakat, termasuk korupsi, dapat dicegah sejak dini," ujar Ulyas Taha.

Ulyas menjelaskan, kemajuan ekonomi dan teknologi suatu bangsa harus dibarengi dengan moral yang kokoh. Oleh karena itu, guru dan tokoh agama memiliki tanggung jawab strategis untuk menjadi agen perubahan di tengah umat.

Selain menyoroti masalah integritas, Ulyas juga meminta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag untuk konsisten menjaga kerukunan umat beragama melalui penerapan moderasi beragama dalam pelayanan sehari-hari.

"Kerukunan adalah modal sosial yang sangat berharga. Karena itu, mari kita terus merawatnya dengan semangat moderasi beragama, sehingga Sulawesi Utara tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan harmonis," katanya berpesan.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Sulut berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia guna melahirkan pelayanan keagamaan yang berintegritas dan menjaga iklim damai di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....