Bukan Sekadar Jualan, UMKM Banyuwangi Naik Kelas di Sekarkijang Creative Festival
- 17 Jul 2026 19:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Produk-produk UMKM Banyuwangi kembali mendapat panggung melalui Sekarkijang Creative Fest (SCF) yang berkolaborasi dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Ajang ini tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun jejaring, dan meningkatkan daya saing.
Dalam Dialog Jember Menyapa Pro 1 RRI Jember bertema "Promosikan Produk UMKM Lewat Sekarkijang Creative Fest", Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Fikri Rahmat Muttaqin, menjelaskan bahwa SCF dirancang sebagai wadah penguatan UMKM secara menyeluruh. "UMKM tidak hanya diberikan booth untuk memajang produk, tetapi juga diperkuat melalui kurasi, edukasi, storytelling produk, publikasi, pembayaran digital, hingga dipertemukan dengan calon mitra," ujarnya.
Kegiatan Sekarkijang Creative Fest ini berlangsung pada 16–19 Juli 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi. Selain menampilkan puluhan stan UMKM, festival ini juga menghadirkan hiburan, workshop, dan rangkaian kegiatan yang terintegrasi dengan Banyuwangi Ethno Carnival sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Sri Lestari, Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, menyebut perkembangan UMKM di Banyuwangi menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 207 ribu UMKM di Banyuwangi yang terus didorong naik kelas melalui pendampingan, peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, hingga pengurusan legalitas usaha.
Produk yang ditampilkan dalam SCF juga telah melewati proses kurasi bersama Bank Indonesia Jember dan pemerintah daerah. Beragam produk unggulan mulai dari makanan olahan, kopi, hasil pertanian olahan, kerajinan tangan, produk ekonomi kreatif, hingga kuliner khas Banyuwangi dipamerkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Bank Indonesia Jember juga mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui program onboarding digital. Pelaku usaha memperoleh pelatihan mengenai pembuatan konten, copywriting, visualisasi produk, pemanfaatan media sosial, live selling, penggunaan QRIS, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu pemasaran.
Menurut Fikri, potensi UMKM Banyuwangi untuk menembus pasar yang lebih luas cukup besar karena memiliki produk khas dengan nilai budaya yang kuat. Dukungan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan membuat produk-produk lokal tidak hanya dikenal wisatawan yang datang ke SCF x BEC, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....