Madrasah HBS Luncurkan Program “Pateh” pada Penutupan Matamuda

  • 16 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Program PATEH diluncurkan MTsS Harapan Bangsa Meulaboh pada penutupan Matamuda 16 Juli 2026
  • Kepala Kankemenag Aceh Barat Dr. Tgk. H. Khairul Azhar mengapresiasi program ini dan menyatakan dapat diterapkan di semua jenjang madrasah serta lembaga pendidikan lainnya termasuk pengajian.
  • Ketua MPU Aceh Barat Tgk. H. Mahdi Kari Usman menekankan bahwa Program PATEH memiliki filosofi mendalam sesuai aqidah umat muslim

RRI.CO.ID, Meulaboh - MTsS Harapan Bangsa Meulaboh meluncurkan Program PATEH (Patuh) pada momen penutupan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matamuda), Kamis 16 Juli 2026. Program tersebut diharapkan menjadi metode pendidikan karakter yang menanamkan nilai penghormatan kepada guru, kepatuhan terhadap aturan, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran program dilakukan bersamaan dengan penutupan rangkaian Matamuda yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari Usman.

Kepala Kankemenag Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, mengatakan Program PATEH dapat diterapkan di seluruh jenjang madrasah, lembaga pendidikan, hingga pengajian karena mengajarkan nilai-nilai penghormatan dan kepatuhan yang menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik.

"Program PATEH ini bisa diaplikasikan di semua jenjang madrasah maupun lembaga pendidikan, termasuk pengajian. PATEH atau Patuh merupakan metode belajar takzim atau penghormatan murid kepada guru. Kemudian juga mengajarkan kepatuhan kepada pemerintah dan peraturan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA menyampaikan sambutan pada acara penutupan Matamuda di MTsS HBS dan MIN II Aceh Barat, Kamis 16 Juli 2026

Ia mengapresiasi MTsS Harapan Bangsa yang menggagas program tersebut sebagai inovasi pendidikan karakter yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Saya sangat mengapresiasi MTsS Harapan Bangsa yang telah mencetuskan program ini. Ini menjadi metode pendidikan dengan cara-cara yang bijak dan benar sesuai kondisi saat ini, sehingga nilai-nilai akhlak dapat diajarkan kepada anak-anak dengan cara yang mudah dipahami," katanya.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari Usman, menilai Program PATEH memiliki filosofi yang mendalam dan layak diterapkan di berbagai lembaga pendidikan.

Menurutnya, program tersebut memuat pesan-pesan kehidupan yang disampaikan dalam bentuk nazam dan irama sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik.

"Program PATEH memiliki filosofi yang sangat baik. Di dalamnya terdapat petuah-petuah kehidupan yang disampaikan dalam bentuk nazam dan berirama, sehingga sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut mengajarkan siswa untuk menghormati guru, mematuhi pemimpin, serta menaati aturan sebagaimana ajaran Islam.

"Anak-anak diajarkan untuk patuh kepada guru yang maknanya menghormati guru. Kemudian juga mematuhi pemimpin dan aturan sebagaimana firman Allah agar taat kepada Allah, Rasul, dan ulil amri. Program ini mengandung esensi dakwah yang sangat penting dalam dunia pendidikan," kata Mahdi.

Melalui Program PATEH, MTsS Harapan Bangsa berharap mampu memperkuat pendidikan karakter peserta didik dengan menanamkan nilai adab, disiplin, serta kepatuhan kepada guru, orang tua, pemimpin, dan aturan sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....