Rumah Guru Honorer Madrasah HBS Terbakar, Hanya Tersisa Pakaian di Badan
- 22 Jun 2026 11:14 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Lorong Sejahtera, Dusun III, Gampong Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu 21 Juni 2026 malam sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga Cut Afrina, seorang guru honorer di MTsS Harapan Bangsa Meulaboh.
Rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah orang tua Cut Afrina yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya. Dalam peristiwa itu, seluruh bangunan beserta isinya hangus dilalap api hingga tidak menyisakan barang berharga yang dapat diselamatkan.
Cut Afrina tinggal bersama ibunya, Sri Yulianti, yang berstatus janda sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, serta seorang adiknya yang masih duduk di bangku SMP dan berstatus yatim. Kehidupan mereka selama ini dijalani dengan penuh kesederhanaan di tengah keterbatasan ekonomi.

Kini, setelah kebakaran menghanguskan rumah mereka, keluarga tersebut harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat berteduh dan seluruh harta benda yang dimiliki.
"Tidak ada apa pun yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian yang melekat di badan," ujar Sri Yulianti dengan suara lirih saat ditemui di lokasi kejadian.
Bagi keluarga kecil itu, rumah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mereka menata harapan dan menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam sekejap, seluruh kenangan dan kebutuhan hidup yang tersimpan di dalam rumah berubah menjadi puing-puing dan abu.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Di tengah kesedihan yang dialami keluarga korban, dukungan dari masyarakat terus mengalir. Sejak pagi, sanak saudara, tetangga, rekan guru, serta sejumlah kolega berdatangan untuk memberikan semangat dan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tertimpa musibah.
Pemandangan haru terlihat ketika para pelayat silih berganti menyampaikan doa dan penguatan kepada Sri Yulianti dan kedua anaknya. Banyak yang berharap keluarga tersebut diberi ketabahan serta kemudahan untuk bangkit kembali setelah kehilangan rumah yang selama ini menjadi satu-satunya tempat berlindung.
Musibah ini menjadi potret perjuangan sebuah keluarga sederhana yang harus memulai kembali kehidupan dari nol. Di balik kesedihan yang menyelimuti, terselip harapan agar uluran tangan dan kepedulian masyarakat dapat membantu meringankan beban yang kini mereka hadapi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....