Bupati Sikka Mulai Pembangunan Puskesmas Boganatar Demi Layanan Kesehatan

  • 16 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meletakkan batu pertama pembangunan Puskesmas Boganatar di Kecamatan Talibura, Rabu 15 Juli 2026. Pembangunan fasilitas kesehatan itu diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Sikka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Juventus mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar melaksanakan proyek sesuai ketentuan dan menyelesaikannya tepat waktu. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh mengulang persoalan yang pernah terjadi pada proyek Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue.

"Kita semua tentu tidak ingin pembangunan fasilitas kesehatan ini bernasib sama seperti pengalaman pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Palue yang pembangunannya bermasalah," kata Juventus. Ia juga meminta kontraktor, konsultan pengawas, dan seluruh tim teknis memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Juventus, kehadiran Puskesmas Boganatar menjadi harapan baru bagi masyarakat Talibura untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih layak. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga proyek tersebut dapat dimulai.

Bupati juga mengajak masyarakat, pemerintah kecamatan, serta para pemangku kepentingan untuk ikut mengawasi proses pembangunan sejak peletakan batu pertama hingga peresmian gedung nantinya. Pengawasan bersama dinilai penting agar proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pembangunan Puskesmas Boganatar didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp8.676.477.500. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Central Pratama dengan pengawasan CV Eza Consultant selama 180 hari kerja, terhitung mulai 3 Juli hingga 29 Desember 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan anggaran pembangunan berasal dari Kementerian Kesehatan melalui DAK 2026 yang diperoleh berkat upaya bersama pemerintah daerah. Puskesmas Boganatar nantinya akan melayani masyarakat di lima desa, yakni Kringa, Ojan, Timutwa, Hikong, dan Udekduen dengan jumlah penduduk mencapai 5.971 jiwa.

Saat ini fasilitas kesehatan tersebut didukung oleh 73 tenaga kesehatan yang terdiri atas 26 PNS, 29 PPPK, dan 18 PPPK paruh waktu. Komposisinya meliputi 24 perawat, 23 bidan, serta 26 tenaga kesehatan dari berbagai profesi, namun hingga kini puskesmas tersebut belum memiliki dokter sejak Oktober 2025 karena terkendala aturan yang melarang perekrutan tenaga sukarela.

Sementara itu, Camat Talibura, Fransiskus Ismail, menyatakan pemerintah kecamatan bersama masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal pembangunan hingga selesai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena proyek tersebut tetap dapat direalisasikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....