Pemprov Latih 50 Mama Papua Menganyam, Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal

  • 16 Jul 2026 12:43 WIB
  •  Sorong
Poin Utama
  • Dinsos P3A Papua Barat Daya menyelenggarakan pelatihan anyaman pandan bagi 50 perempuan Orang Asli Papua pada 16-17 Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi budaya.
  • Asisten II Setda Viktor F. Salossa menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan kemampuan teknis tetapi juga menjadi langkah awal menciptakan pelaku UMKM yang mandiri dan produktif dengan dukungan pendampingan berkelanjutan.
  • Program pelatihan didanai melalui Dana Otonomi Khusus yang diarahkan khusus untuk pemberdayaan masyarakat Orang Asli Papua dan pengembangan produk unggulan lokal seperti kerajinan tas dan sandal dari daun pandan.

RRI.CO.ID, Sorong – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, melalui menggelar pelatihan anyaman bagi 50 perempuan Orang Asli Papua (OAP), Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi budaya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari 16-17 Juli 2026 ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Daya, Viktor F. Salossa, mengatakan pelatihan keterampilan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan kemampuan teknis kepada peserta, tetapi juga menjadi langkah awal menciptakan pelaku UMKM yang mandiri dan produktif.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari penjabaran visi dan misi pemerintah provinsi, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi lokal. Kami berharap seluruh peserta mampu menguasai keterampilan yang diberikan sehingga dapat mengembangkan usaha secara mandiri," ujar Viktor.

Menurutnya, program tersebut didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang memang diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua. Ia menegaskan, setelah pelatihan selesai pemerintah tidak akan berhenti pada pemberian keterampilan semata, tetapi akan melanjutkan dengan program pendampingan agar peserta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

"Setelah mereka terampil, pemerintah akan melakukan pendampingan. Harapannya mereka menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya, sekaligus mampu membangun usaha yang masuk dalam kelompok UMKM," katanya.

Viktor menambahkan, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu memberikan perhatian serius terhadap penguatan UMKM lokal. Pemerintah juga telah membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok pelaku usaha untuk menyusun program pemberdayaan yang berkelanjutan pada tahun ini maupun tahun depan.

Selain itu, ia menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi perempuan Papua adalah rasa malu atau kurang percaya diri untuk mengembangkan kemampuan. Karena itu, menurutnya, pendampingan dari pemerintah, gereja, maupun lingkungan sekitar sangat diperlukan agar masyarakat lebih berani mengikuti pelatihan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Kalau tidak tahu, bertanyalah. Jangan malu belajar hal baru. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka akan lebih percaya diri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Perseta pelatihan anyaman pandan Dinsos P3A Papua Barat Daya

Sementara itu, salah seorang pesertam pelatihan, Evalda Cherrys Yandeday, mengapresiasi pelatihan yang dinilai membuka peluang bagi mama-mama Papua untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dari bahan baku lokal.

Menurutnya, pelatihan tersebut mengajarkan pemanfaatan daun pandan yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan pembungkus makanan menjadi berbagai produk kerajinan seperti tas dan sandal. "Pelatihan ini sangat baik karena mama-mama Papua diajak mengembangkan kreativitas. Bahan lokal seperti daun pandan ternyata bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual," katanya.

Evalda mengaku telah beberapa kali mengikuti pelatihan serupa yang diselenggarakan berbagai organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi.

Menurutnya, setiap pelatihan memberikan keterampilan yang berbeda sehingga semakin memperkaya kemampuan pelaku UMKM. Sehari-hari, Evalda menjalankan usaha toko oleh-oleh yang turut memasarkan berbagai produk hasil karya pelaku UMKM lokal di Papua dan Papua Barat Daya.

Ia berharap pelatihan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan Papua yang memiliki keterampilan, mampu menciptakan produk unggulan daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....