Gubernur Papua Barat Daya Datangi Mama-Mama Papua Serap Aspirasi
- 03 Jul 2026 14:57 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu akhirnya mendatangi masa aksi mama Papua bersama kelompok solidaritas di kawasan Lampu Merah Remu, Kota Sorong, Jumat 3 Juli 2026 Pagi.
Dikawal pihak TNI-Polri dan Forkompinda Provinsi Papua Barat Daya, Gubernur Elisa Kambu, mengapresiasi para demonstran, khususnya mama-mama Papua, yang telah menyampaikan aspirasi mereka secara damai selama tiga hari terakhir di Kantor Gubernur Papua Barat Daya,
"Saya berterima kasih kepada ibu-ibu semua. Walaupun sudah tiga hari menyampaikan aspirasi, tetapi tidak membuat kekacauan di Kota Sorong. Kalian hebat," ujar Elisa Kambu saat menemui para demonstran.
Gubernur mengaku tidak pernah menolak kedatangan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Sejak menjabat sebagai gubernur, ia telah beberapa kali menerima kelompok masyarakat yang datang untuk berdialog dengan pemerintah.
"Saya tidak pernah menolak masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi. Datang saja, sampaikan apa yang menjadi keinginan dan persoalan, karena semuanya bisa dibicarakan dengan baik," katanya.
Terkait tuntutan mengenai bantuan dan pemberdayaan masyarakat Papua, Elisa Kambu menegaskan bahwa pemerintah provinsi setiap tahun telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat asli Papua.
"Secara kebijakan, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran, bukan hanya Rp6 miliar, tetapi belasan miliar rupiah. Dananya sudah tersedia di APBD, tinggal bagaimana mekanisme penyalurannya yang terus kita benahi," jelasnya.
Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku, termasuk tertib administrasi, tertib orang, dan tertib usaha sehingga penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Ia memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dibahas secara internal dan pemerintah membuka ruang dialog untuk mencari solusi yang memungkinkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kalau memang ada ruang dan aturan memungkinkan, kenapa tidak kita lakukan. Tetapi kalau tidak memungkinkan, tentu harus mengikuti aturan yang berlaku," tegasnya.
Gubernur juga mengaku prihatin melihat mama-mama Papua dan anak-anak yang harus menginap selama aksi berlangsung. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
"Saya juga punya hati dan sedih melihat keadaan ibu-ibu dan anak-anak Papua yang harus menginap. Datang saja, bicara baik-baik, kita bisa berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama," ujarnya.
Elisa Kambu menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya selama ini terus menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat Papua, mulai dari bantuan modal usaha, perahu dan jaring bagi nelayan, hingga bantuan pupuk dan bibit bagi petani.
"Semua program itu kita lakukan untuk pemberdayaan masyarakat Papua. Tidak harus menunggu demonstrasi baru dikerjakan, karena program-program tersebut memang sudah menjadi perhatian pemerintah," pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berencana mengundang perwakilan masyarakat untuk berdiskusi lebih lanjut guna mencari solusi atas berbagai aspirasi yang disampaikan, khususnya terkait pemberdayaan dan kesejahteraan mama-mama Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....