Relima Perpusnas Perkuat Budaya Literasi di Papua Barat lewat Tiga Program Utama

  • 16 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terus mendorong peningkatan budaya literasi di Papua Barat melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, pemerintah, hingga pengelola perpustakaan. Kehadiran Relima diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Relima merupakan program nasional yang digagas Perpustakaan Nasional RI dan telah dibentuk di 36 provinsi di Indonesia. Di Papua Barat, Relima bertugas pada empat lokus, yakni Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Fakfak, dan Pegunungan Arfak, untuk menjembatani berbagai kegiatan literasi di daerah.

Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI Provinsi Papua Barat, Angela Torimtubun, mengatakan tujuan utama Relima adalah meningkatkan budaya baca sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan literasi semakin luas menjangkau masyarakat.

“Relima adalah Relawan Literasi Masyarakat, salah satu program nasional yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kehadiran Relima bertujuan meningkatkan budaya baca, membangun kebiasaan membaca sebagai budaya yang baik di masyarakat, sekaligus menjembatani kegiatan-kegiatan literasi di setiap kabupaten lokus,” ujar Angela Torimtubun saat diwawancarai RRI Manokwari, Kamis, 16 Juli 2026.

Angela menjelaskan, Relima memiliki tiga program utama, yakni advokasi, inventarisasi, dan kegiatan literasi. Program advokasi dilakukan dengan membangun kerja sama bersama pemerintah, lembaga swasta, maupun organisasi yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan budaya baca.

Selain itu, Relima juga melakukan inventarisasi terhadap seluruh perpustakaan yang ada di wilayah tugasnya. Pendataan tersebut meliputi koleksi buku cetak maupun digital, sistem pengelolaan perpustakaan, status akreditasi, hingga jumlah pengunjung sebagai bahan pemetaan pengembangan layanan perpustakaan.

Pada aspek literasi, Relima menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti membaca nyaring, mengulas buku, menulis cerita, membuat resensi buku, hingga program literasi keluarga. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan kelompok usia, mulai dari anak usia dini hingga mahasiswa.

Angela berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya membaca semakin berkembang di Papua Barat. Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi memerlukan keterlibatan seluruh pihak untuk menciptakan masyarakat yang gemar membaca dan memiliki kemampuan literasi yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....