Pemkot Bandung Siapkan Regulasi,Dukung Pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah
- 16 Jul 2026 10:58 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Pemkot Bandung menyiapkan terobosan regulasi untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
- Kota Bandung akan mengembangkan 1.000 unit rumah susun sebagai bagian dari implementasi program nasional, jumlah terbesar yang pernah diterima Bandung sekaligus.
- Konsep Transit Oriented Development (TOD) akan menjadi arah pembangunan permukiman Bandung untuk mengintegrasikan hunian dengan sistem transportasi publik.
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan berbagai terobosan regulasi untuk mendukung pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah, program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyediaan perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, menurutnya, penyediaan hunian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi yang saling beririsan hingga harga rumah yang semakin sulit dijangkau masyarakat.
Farhan menegaskan, Program Tiga Juta Rumah menjadi momentum untuk mengubah anggapan bahwa generasi saat ini tidak lagi memiliki kesempatan untuk mempunyai rumah sendiri.
"Melalui Program Tiga Juta Rumah dari Presiden Prabowo, dogma bahwa generasi sekarang tidak mungkin memiliki rumah akan kita bongkar bersama-sama. Setiap orang di negeri ini berhak memiliki atap di atas kepalanya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya," ujar Farhan saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang diselenggarakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Farhan, program nasional tersebut menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk mempercepat penataan kawasan yang selama ini belum tertata menjadi lingkungan permukiman yang layak huni. Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.
Ia menambahkan, pembangunan kawasan hunian di Kota Bandung harus terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Karena itu, konsep Transit Oriented Development (TOD) akan menjadi salah satu arah pembangunan permukiman di masa mendatang.
"Pembangunan rumah susun dalam skema Transit Oriented Development, yaitu kawasan hunian yang terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi publik, menjadi sangat penting. Salah satu indikator kesejahteraan dan produktivitas sebuah kota adalah tingginya mobilitas masyarakatnya," katanya.
Farhan memastikan Pemkot Bandung bersama DPRD Kota Bandung akan terus mendorong berbagai penyesuaian kebijakan agar pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah dapat berjalan optimal di Kota Bandung.
"Kami dari Pemerintah Kota Bandung bersama seluruh kepala perangkat daerah dan DPRD akan selalu berkomitmen melakukan terobosan-terobosan aturan agar Program Tiga Juta Rumah di seluruh Indonesia terwujud juga di Kota Bandung," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah melalui berbagai terobosan agar masyarakat semakin mudah memiliki hunian.
Menurutnya, Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengembangan hunian vertikal. Pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah susun sebagai bagian dari implementasi program nasional tersebut.
"Kalau saya tidak salah, Kota Bandung belum pernah mendapatkan pembangunan rumah susun sebanyak 1.000 unit sekaligus. Pada masa Presiden Prabowo inilah kita bangun 1.000 rumah susun di Kota Bandung," ucapnya.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan perumahan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara lebih cepat dan dalam skala yang lebih besar.
"Presiden Prabowo tidak mau pelayanan kepada rakyat berjalan lambat. Beliau ingin membantu rakyat dengan cepat dan dalam skala besar," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....