Pengelolaan Sari Ater Berakhir Juni 202 Ini Kata Bupati Reynaldy
- 16 Jul 2026 10:56 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Masa pengelolaan Sari Ater Ciater akan berakhir pada Juni 2027 dan Pemda Subang sudah memulai persiapan proses seleksi pengelola baru.
- Pengelola akan dipilih berdasarkan penawaran terbaik yang memberikan manfaat maksimal bagi PAD, pelayanan wisatawan, dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar.
- Pemda tidak menutup peluang bagi pengelola lama (Sari Ater) untuk kembali mengelola, namun keputusan final tetap bergantung pada hasil evaluasi dan penawaran yang diajukan.
RRI.CO.ID, Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, didampingi Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi menegaskan, rencana pengelolaan kawasan wisata Sari Ater Ciater di sela-sela Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang, Rabu 15 Juni 2026. Masa pengelolaan Sari Ater yang berjalan saat ini, akan berakhir pada Juni 2027.
“Masa pengelolaan Sari Ater akan berakhir pada Juni 2027 dan sampai saat ini masih dalam tahap kajian,” ujar Reynaldy.
Pemerintah Daerah mulai mempersiapkan proses seleksi pengelola baru, untuk salah satu destinasi andalan Kabupaten Subang tersebut. Proses ini dilakukan jauh hari, agar transisi berjalan tertib dan tidak mengganggu pelayanan kepada wisatawan.
“Kami sudah mulai menyiapkan langkah, agar pengelolaan ke depan lebih profesional dan memberi dampak lebih besar bagi daerah,” jelasnya.
Kang Rey sapasn akrab Bupati Subang memastikan, proses pencarian pengelola dilakukan secara terbuka dan transparan. Hal ini, agar publik mengetahui setiap tahapan, dan tidak menimbulkan spekulasi.
“Saya tidak mau ada stigma, bahwa saya bermain di belakang, sehingga ini harus dijabarkan. Di masa kepemimpinan saya, semuanya harus terbuka,” tegas dia.
Pemerintah akan menggunakan skema beauty contest dalam menentukan pengelola. Perusahaan yang terpilih adalah, yang memberikan penawaran terbaik dan manfaat paling besar bagi PAD, serta masyarakat.
“Hak pengelolaan akan diberikan kepada perusahaan dengan penawaran terbaik, dan memberi manfaat paling besar bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat,” katanya.
Bupati tidak menutup peluang bagi pengelola lama, untuk kembali mengelola Sari Ater. Namun keputusan akhir tetap bergantung pada hasil evaluasi, dan penawaran yang diajukan.
“Kalau Sari Ater bisa memberi penawaran yang baik, tidak menutup kemungkinan kembali ke Sari Ater,” ujar Kang Rey.
Pemda juga membuka peluang bagi perusahaan lain, yang dinilai lebih kompetitif. Aspek yang dinilai, meliputi peningkatan PAD, investasi, kualitas pelayanan, dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar.
“Kalau ada perusahaan yang memberi penawaran lebih menarik, atau memberi PAD lebih banyak, tentu akan kita pertimbangkan," paparnya.
Dengan proses yang terbuka, Pemerintah Kabupaten Subang berharap, pengelolaan wisata Ciater ke depan semakin profesional. Tujuannya, agar destinasi ini semakin berkembang dan memberi manfaat ekonomi luas bagi masyarakat Subang.
“Kami ingin Sari Ater menjadi wisata berkelas, yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Kang Rey.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....