Kenaikan Harga BBM Dorong Warga Manfaatkan Gerakan Pangan Murah di Manokwari

  • 16 Jul 2026 12:07 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Non Subsidi yang berdampak pada meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok membuat masyarakat semakin selektif dalam berbelanja. Kondisi tersebut mendorong banyak warga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat di pelataran Stasiun Transmisi TVRI, Reremi Palapa, Manokwari.

Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, dan aneka bahan pangan lainnya dengan harga di bawah harga pasar. Kehadiran GPM dinilai menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur di tengah meningkatnya biaya hidup.

Salah seorang warga, Veronika mengatakan kenaikan harga BBM Non Subsidi turut memengaruhi harga bahan pangan di pasaran sehingga pengeluaran rumah tangga menjadi lebih besar.

"Sejak harga Pertamax naik, harga sayur, beras, minyak, sampai telur juga ikut naik. Belanja sekarang harus benar-benar diatur supaya cukup sampai akhir bulan," ujarnya.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan di pasar tradisional.

"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Selisih harganya lumayan, jadi uang belanja bisa dihemat untuk kebutuhan lain. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan," katanya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan kenaikan harga berbagai komoditas. Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau serta membantu mengendalikan laju inflasi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....