Gubernur NTB Tanggung Biaya dan Sekolahkan Santri Korban Dugaan Pembakaran

  • 16 Jul 2026 09:11 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan Pemerintah Provinsi NTB menanggung seluruh biaya perawatan dua santri korban pembakaran di pondok pesantren Kabupaten Lombok Tengah yang dirawat di RSUP NTB.
  • Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB untuk memastikan kedua korban dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa terganggu.
  • Gubernur menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus dan menegaskan bahwa setiap sekolah berasrama wajib bertanggung jawab atas keselamatan peserta didik serta tidak boleh menutupi kejadian yang dialami siswa.
  • Gubernur meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kasus tersebut kepada seluruh pondok pesantren di NTB dan menekankan pentingnya penguatan pengawasan di semua sekolah berasrama.

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memastikan Pemerintah Provinsi NTB akan menanggung biaya perawatan sekaligus menjamin kelanjutan pendidikan dua santri korban dugaan pembakaran di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah.

Iqbal mengatakan, sejak mengetahui kasus tersebut pada Juni 2026, Pemprov NTB langsung berkoordinasi dengan Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar korban segera mendapat penanganan. "Begitu mengetahui kasus ini, kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimda dan pemerintah kabupaten agar penanganannya segera dilakukan," kata Iqbal, Rabu 15 Juli 2026.

Saat ini kedua korban dirawat di RSUP NTB. Menurutnya, seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah sehingga keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya.

"Semua biaya perawatan di RSUP kami tanggung. Korban tidak akan dibebani biaya," ujarnya.

Selain perawatan, Pemprov NTB juga memastikan kedua korban tetap bisa melanjutkan pendidikan. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB untuk menyiapkan langkah tersebut.

"Kami pastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi. Yang penting sekarang mereka pulih dan bisa kembali bersekolah," katanya.

Iqbal menegaskan kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh sekolah berasrama di NTB. Menurutnya, setiap lembaga pendidikan wajib bertanggung jawab atas keselamatan peserta didik dan tidak boleh menutupi kejadian yang dialami siswa.

"Kalau ada kejadian seperti ini, harus segera ditangani dan dilaporkan. Jangan disembunyikan karena itu menyangkut hak anak," tegasnya.

Ia juga menyayangkan adanya upaya penyelesaian melalui surat damai pada awal kasus. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan korban segera mendapat pertolongan.

"Ini bukan soal damai atau tidak. Yang utama adalah anak sebagai korban harus segera mendapat perawatan dan perlindungan," ujarnya.

Meski demikian, Iqbal meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kasus tersebut kepada seluruh pondok pesantren di NTB. Menurutnya, peristiwa ini merupakan kasus yang terjadi di satu lembaga dan tidak mencerminkan kondisi ribuan pesantren lainnya.

"Ini kasus yang bersifat khusus. Tetapi pengawasan di semua sekolah berasrama memang harus kita perkuat agar kejadian serupa tidak terulang," kata Iqbal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....